Pengukuran Kemampuan Motorik Siswa Sekolah Dasar Negeri Tahun Ajaran 2014 – 2015 http://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-pendidikan-jasmani/issue/archive 407 PENGUKURAN KEMAMPUAN MOTORIK SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI TAHUN AJARAN 2014 – 2015 (Studi pada Siswa Kelas III dan IV SDN Sidokare II Sidoarjo) Alno Putri Alfiani S-1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya , alnoputrialfiani25@gmail.com Setiyo Hartoto S-1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, Dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Surabaya Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui gambaran kemampuan motorik siswa kelas III, IV di SD Negeri Sidokare II sidokare.2) Mengetahui tingkat kemampuan motorik siswa kelas III, IV di SD Negeri Sidokare II Sidoarjo. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas III dan IV SDN Sidokare II Sidoarjo dengan jumlah siswa dari kelas III sebanyak 75 siswa, dan kelas IV sebanyak 82 siswa. Metode dalam analisa ini menggunakan metode statistik deskriptif kuantitatif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan beberapa tes yang meliputi tes kelincahan, tes koordinasi mata dan tangan, keseimbangan dan kecepatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Kemampuan motorik siswa kelas III SDN Sidokare II Sidoarjo dapat dikategorikan sedang dengan rata- rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 6,67%, kategori baik 25,33 %, kategori sedang 33,33%, kategori kurang 30,67%, dan kategori kurang sekali 4%. (2) Kemampuan motorik siswa kelas IV SDN Sidokare II Sidoarjo dapat dikategorikan sedang dengan rata-rata skor 200, dengan persentase klasifikasi kriteria kemampuan motorik siswa yaitu: kategori baik sekali 7,32%, kategori baik 25,61%, kategori sedang 37,80%, kategori kurang 29,39%, dan kategori kurang sekali 4,88%. Kata Kunci: Kemampuan Motorik, Siswa, Sekolah Dasar Abstract The aim of this research were: 1) To determine the description of 3 rd and 4 th grades student’s motor ability of SDN Sidokare II Sidoarjo. 2) To determine the description of 3 rd and 4 th grades student’s motor ability level of SDN Sidokare II Sidoarjo. Population in this research were third grade and fourth grade students of SDN Sidokare II as many 75 students, and 82 students respectively. Method in this analysis applied descriptive quantitative statistical method, while for dat collecting method conducted through several tests that covered agility test, hand-eye coordination test, balance and speed tests. Based on research results it can be conclude that: 1) Third grades student’s motor ability of SDN Sidokare II Sidoarjo can be categorized moderate with scores mean as big as 200, with student’s motor ability criterion classification percentage namely: very good category 6.67%, good category 25.33%, moderate category 33.33%, poor category 30.67%, and very poor category 4%. 2) Fourth grades student’s motor ability of SDN Sidokare II Sidoarjo can be categorized moderate with scores mean as big as 200, with student’s motor ability criterion classification percentage namely: very good category 7.32%, good category 25.61%, moderate category 37.80%, poor category 29.39%, and very poor category 4.88%. Keywords: motor ability, student, elementary school PENDAHULUAN Berdasarkan Undang Undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan sebagai suatu proses pembinaan dan pembudayaan siswa yang berlangsung seumur hidup. Pendidikan di selenggarakan dengan memberi keteladanan , membangun kemauan yang mengembangkan kreatifitas dalam proses pembelajaran. pendidikan ini terwujud dalam suatu standart pendidikan nasional. Berdasarkan permendinas RI No. 22 Tahun 2006 tentang standart inti untuk satuan pendidikan dasar dan menengah, penjasorkes memiliki peranan yang sangat penting, yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam berbagai pengalaman belajar melalui aktifitas jasmani, olahraga dan kesehatan terpilih yang dilakukan secara sistematis. Pembekalan pengalaman belajar itu diarahkan untuk membina pertumbuhan fisik pengembangan psikis yang lebih baik sekaligus membentuk pola hidup sehat dan bugar sepanjang hayat. Pendidikan memiliki sasaran pedagogis, oleh karena itu pendidikan kurang lengkap CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk Provided by Jurnal Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya