Desiana Mangar, Insum Malawat (2023). BISAI: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 2(2) pp e-ISSN 2828-6618 p-ISSN 2828-6431 BISAI | 71 ANALISIS GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN PUISI ANTOLOGI ASMAT “MIMPI YANG TERSITA” KARYA KOMUNITAS RIMBA Desiana Mangar 1* , Insum Malawat 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Papua * Penulis Korespodensi : desianamangar15@gmail.com Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menafsirkan gaya bahasa yang terkandung dalam kumpulan puisi “Mimpi Yang Tersita” karya Komunitas Rimba. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek penelitian yaitu karya sastra puisi dalam kumpulan puisi “Mimpi Yang Tersita” oleh Komunitas Rimba. Hasil ini diperoleh dari penelitian ini, disana terdapat beberapa kiasan, namun peneliti hanya mengkaji 5 kiasan saja, yaitu majas personifikasi, majas metafora, ironi majas, majas repetitif, dan majas antiklimaks. Metafora 5 puisi menggunakan kiasan ironi dan 1 puisi menggunakan kiasan antiklimaks majas. Kata kunci: pidato figuratif, puisi, mimpi yang ditangkap Abstract The purpose of this study is to identify and interpret the style of language contained in the collection of poems "Mimpi Yang Confiscated" by Komunitas Rimba. This study used a qualitative method with the object of research being a literary work of poetry in the collection of poems "Confiscated Dreams" by the Jungle Community. These results were obtained from this study, there were several figures of speech, but the researcher only examined 5 figures of speech, namely personification, metaphor, irony. Figure of speech, repetitive figure of speech, and anticlimactic figure of speech. The metaphors of 5 poems use irony figures and 1 poem uses figurative anticlimax figures of speech. Keywords: figurative speech, poetry, captured dreams. PENDAHULUAN Sastra sering disebut membaca estetis atau membaca indah yang tujuan utamanya adalah agar pembaca dapat menikmati, menghayati, dan sekaligus menghargai unsur-unsur keindahan yang terpapar dalam teks sastra (Aminuddin, 1984). Untuk dapat menikmati, menghayati, dan menghargai unsur-unsur keindahan yang terdapat dalam teks sastra (Priyatni, 2013). Terdapat beberapa jenis dalam sastra yaitu Prosa, Puisi, Drama. Prosa adalah suatu bentuk seni sastra yang digambarkan dengan melalui penggunaan bahasa yang bebas dan tidak terikat oleh ritme, sajak, diksi, soliditas atau aturan dan pedoman sastra lainnya. Bentuk prosa itu sendiri mempunyai dua jenis, yakni novel dan romantis. Kemudiaan puisi merupakan sebuah jenis karya sastra yang dapat digambarkan dengan suatu diksi atau kata-kata pilihan dan telah ditandai oleh diskusi yang padat tapi indah. Biasanya, puisi dapat mendorong kecenderungan seseorang untuk meningkatkan dalam kesadaran dengan melalui bahasa yang mempunyai ritme dan makna khusus. Sedangkan, drama merupakan sebuah bentuk dalam sastra yang dijelaskan dalam bahasa yang bebas dan