Jurnal Teknologi Informasi dan Terapan (J-TIT) Vol. 10 No. 1 Juni 2023 ISSN: 2580-2291 DOI: https://doi.org/10/25047/jtit.v10i1.305 ©2023 JTIT 23 Pengujian dan Evaluasi Software Pengendalian Penduduk Permanen-Nonpermanen Zaidir Program Studi D3 Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati Jogya, Indonesia zaidirtan@respati.ac.id Bagus Subekti Nuswantoro Program Studi Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi, Universitas Respati Jogya, Indonesia bagus.subekti07@gmail.com Indra Listiawan Program Studi D3 Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati Jogya, Indonesia indra@respati.ac.id Ahmad Sahal Program Studi D3 Teknologi Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati Jogya, Indonesia ihza_asm@respati.ac.id Muhammad Diqi Program Studi S1 Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati Jogya, Indonesia diqi@respati.ac.id Dyan Avando Meliala Program Studi S1 Sistem Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Respati Jogya, Indonesia Avando.meliala@respati.ac.id Abstract - Many variations and software innovations related to population have been available due to the complexity of administrative and social problems associated with population. This research aims to create a permanent and non-permanent population control system that can be quickly adapted and improve information availability. The development method used is agile development methods that allow developers to quickly adapt the system to changes in any form. To test the system, blackbox testing methods are used and acceptance evaluation is carried out using the technology acceptance model. Blackbox testing methods based on equivalence partitions are used to help prepare test cases and try out advantages as well as uncover unexpected errors. During testing, no errors were found in either the input or output value partitions. Based on the test results assumption, only one assumption was accepted, namely the impact of PU on ATU. This indicates confidence that the permanent-non-permanent population control software will influence the acceptance or rejection attitude towards the software. Keywords: Permanent-Non-permanent Residents, Blackbox Test, Technology Acceptance Model Intisari - Banyak variasi dan inovasi perangkat lunak tentang kependudukan telah tersedia karena kompleksitas masalah administratif dan sosial yang terkait dengan kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan sistem pengendalian penduduk permanen dan non-permanen yang dapat diadaptasi dengan cepat dan meningkatkan ketersediaan informasi. Metode pengembangan yang digunakan adalah agile development methods yang memungkinkan pengembang untuk mengadaptasi sistem dengan cepat terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Untuk menguji sistem, digunakan metode blackbox test dan evaluasi penerimaan menggunakan metode technology acceptance model. Metode pengujian blackbox yang didasarkan pada equivalence partitions digunakan untuk membantu penyusunan kasus uji dan mencoba keunggulan serta mendapatkan error yang tidak terduga. Selama pengujian, tidak ditemukan kesalahan baik pada partisi nilai masukan maupun keluaran. Berdasarkan hasil pengujian asumsi, hanya satu asumsi yang diterima, yakni dampak PU kepada ATU. Hal ini menunjukkan keyakinan bahwa software pengendalian penduduk permanen-nonpermanen bermanfaat akan mempengaruhi sikap penerimaan atau penolakan terhadap software tersebut. Kata Kunci: Penduduk Permanen-Nonpermanen, Blackbox Test, Technology Acceptance Model PENDAHULUAN Banyak perangkat lunak yang berkaitan dengan kependudukan telah tersedia dalam berbagai variasi dan inovasi karena kompleksitas masalah administratif dan sosial yang terkait dengan kependudukan. Kelurahan, yang merupakan bagian penting dalam pelaksanaan pendaftaran penduduk, perlu melakukan tugasnya secara cepat dan tepat guna memperoleh beraneka informasi [1]. Mendapatkan informasi mengenai aspek administratif penduduk memerlukan pengolahan data kependudukan yang sangat penting. Manajemen kependudukan dan pencatatan sipil melibatkan serangkaian aktivitas untuk mengatur pengeluaran dokumen dan data kependudukan. Proses tersebut mencakup pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, pengelolaan informasi manajemen kependudukan, dan pemanfaatan hasilnya guna pelayanan publik dan pembentukan bidang lainnya [2]. Warga yang bermukim pada suatu wilayah yang bukan merupakan daerah asal mereka sering disebut sebagai penduduk pendatang atau nonpermanen. Oleh karena itu, penduduk permanen dapat diartikan sebagai penduduk yang menetap di suatu daerah yang merupakan tempat asal mereka atau di mana mereka telah menetap untuk waktu yang lama. Masalah kependudukan menjadi perhatian penting di wilayah kota Jogya, khususnya di kampung Kepuh- Balapan. Urusan penduduk non-permanen di kawasan ini sangat kompleks, seperti perpindahan penduduk dan masuk-keluar wilayah RT. Hal ini membuat pengurus RT- RW kesulitan untuk melaporkan kejadian atau berkoordinasi dengan kelurahan karena kurangnya data yang akurat. Sementara itu, masalah penduduk permanen tidak kalah pentingnya seperti posisi tinggal (dalam RT atau luar RT), penduduk yang memerlukan bantuan, dan masalah sosial lainnya. Penelitian ini melakukan pengembangan sistem untuk menjawab semua permasalahan di atas, berupa sistem informasi penduduk permanen-nonpermanen dan sosial yang disingkat dengan SIPENDSOS. Sistem yang dihasilkan membutuhkan pengujian dan evaluasi penerimaan agar bisa deploy secara baik dan hasil yang berkualitas. Dari deskripsi masalah yang sudah dijabarkan, diyakini bahwa penelitian ini sangat penting dilakukan. Meskipun sudah banyak penelitian sebelumnya, namun topik ini masih menarik untuk diinvestigasi secara mendalam. Tujuan dari kajian ini yakni mengeksplorasi cara pengembangan sistem penduduk permanen-nonpermanen yang cepat dan adaptif, dan bagaimana peran pengujian untuk menghindari dari kesalahan dalam partisi nilai