PENGARUH ECONOMIC PERFORMANCE DAN POLITICAL VISIBILITY TERHADAP PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY Restu Agusti Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Riau, Kampus Binawidya Panam Jalan H.R. Soebrantas Km 12,5 Pekanbaru Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji beberapa faktor penentu pengungkapan informasi pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility) pada perusahaan- perusahaan di Indonesia. Populasi penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia periode 2006. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan menggunakan stratified random sampling method. Sebanyak 32 laporan tahunan perusahaan telah dianalisis dengan menggunakan program multiple regretion (regresi berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa economic performance yang diwakili return industri berpengaruh terhadap CSR. Hal ini dutunjukkan dengan pv 0.026, dan political visibility yang diwakili ukuran dan tipe perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan informasi lingkungan. Hal ini ditujukkan dengan pv 0.026 pada tipe perusahaan dan pv 0.036 pada ukuran perusahaan. Kata kunci : pengungkapan informasi tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility), economic performance (return industri), political visibility (ukuran perusahaan dan tipe perusahaan) PENDAHULUAN Dewasa ini, pengungkapan pertanggungjawaban sosial suatu korporasi menjadi keharusan bagi perusahaan-perusahaan yang telah go-public, sebagai bentuk akuntabilitas dan responsibilitas perusahaan kepada publik. Ikatan Akuntan Indonesia kompartemen akuntan manajemen dengan didukung Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan PT Bursa Efek Indonesia telah melakukan penilaian bagi perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan CSR dan melaporkannya sesuai dengan kualifikasi dan standar internasional tertentu yang telah ditetapkan dengan menyelenggarakan Indonesia Sustainability Reporting Award (ISRA). Banyak perusahaan semakin menyadari pentingnya menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai bagian dari strategi bisnisnya. Survey global yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit menunjukkan bahwa 85% eksekutif senior dan investor dari berbagai organisasi menjadikan CSR sebagai pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan (Warta Ekonomi, 2006). Penelitian Basamalah dan Jeremias (2005) menunjukkan bahwa salah satu alasan manajemen melakukan pelaporan sosial adalah untuk alasan strategis. Berbagai penelitian yang terkait dengan CSR perusahaan menunjukkan keanekaragaman hasil. Keanekaragaman hasil tersebut sebagian disebabkan karena model yang dikembangkan merupakan model yang sangat sederhana dan pengukuran yang dilakukan juga tidak konsisten.