Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Vol. 33 No. 2, 2022 : 68 - 75 * Alamat Korespondensi : solehahkurnia52@gmail.com DOI : http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v33n2.2022.68-75 0215-0824/2527-4414 @ 2017 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat This is an open access article under the CC BY-NC-SA license (http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/3.0/) 68 Accreditation Kemenristekdikti Number : 30/E/KPT/2018 AKTIVITAS IN VITRO ANTELMINTIK TEH BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP TREMATODA GASTROINTESTINAL SAPI In Vitro Anthelmintic Activity of Papaya (Carica papaya L.) Seed Tea Againts Gastrointestinal Trematodes in Cattle Kurnia Solehah*, Galuh Tresnani, dan Iman Surya Pratama Program Studi Farmasi, Universitas Mataram Jl. Majapahit No.62 Mataram, 83115 INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT Article history: Diterima: 15 Desember 2022 Direvisi: 17 Januari 2023 Disetujui: 19 Januari 2023 Angka prevalensi trematodosis pada sapi di daerah Bali dan Nusa Tenggara semakin meningkat sehingga mempengaruhi produktivitas, nilai jual, dan biaya pengobatan. Salahsatu alternatif untuk pengendalian trematodosis adalah pengunaan biji pepaya (Carica papaya L.) yang mengandung senyawa metabolit, dan potensial sebagai antelmintik pada sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antelmintik teh biji pepaya terhadap waktu kematian dan persentase mortalitas trematoda gastrointestinal ( Paramphistomum spp.) sapi. Cacing yang aktif bergerak dibagi ke dalam 5 kelompok dan diuji dengan beberapa perlakuan, yaitu kontrol negatif (larutan NaCl 0.9% (b/v); kontrol positif (Albendazol 10% (b/v); dan perlakuan konsentrasi teh biji pepaya {2,5; 5; dan 10% (b/v)}. Waktu kematian Paramphistomum spp. 100% untuk kontrol negatif terjadi pada menit ke-300, lebih lama dibandingkan dengan perlakuan teh biji pepaya yang terjadi pada menit ke-180 pada konsentrasi 2,5% (b/v) dan menit ke 210 pada konsentrasi 5% dan 10% (b/v). Waktu kematian 100% perlakuan kontrol positif Albendazol 10% (b/v) adalah yang tercepat pada menit ke-30. Teh biji pepaya pada ketiga konsentrasi memiliki perbedaan waktu kematian yang bermakna terhadap Albendazol 10% (b/v) (p<0,05). Oleh karena itu, teh biji pepaya berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai antitrematodosis untuk pengendalian Paramphistomum spp. pada sapi. Kata kunci: Carica papaya L.; Paramphistomum spp.; antelmintik; waktu kematian Keywords: Carica papaya L.; Paramphistomum spp.; anthelmintic; death time The prevalence rate of trematodosis in cattle is increasing in Bali and Nusa Tenggara, affecting productivity, sale value, and medical expenses. Papaya seeds (Carica papaya L.) contained metabolite compounds that had the potential as an anthelmintic for cattle. This study aimed to determine the anthelmintic activity of papaya seed tea and the percentage of gastrointestinal trematodes (Paramphistomum spp.) mortality in cattle. Worms that were actively moving were divided into five groups and applied with some treatments: the negative control (0.9% (w/v) of NaCl solution); the positive control (10% (w/v) Albendazole); and three concentrations of papaya seed tea (2.5, 5, and 10% (w/v)). The death time of 100% Paramphistomum spp. for negative control occurred at the 300 th minute, longer than the papaya seed tea treatment, which happened in the 180 th minute at a concentration of 2.5% and 210 th minutes at 5% and 10% (w/v). Time of death 100% of positive control treatment Albendazole 10% (w/v) was the fastest (30 minutes). The death time parameter of papaya seed tea at the three concentrations significantly differed from Albendazole 10% (w/v) (p<0.05). Therefore, papaya seed tea could potentially be used as an antitrematodal agent to control Paramphistomum spp. in cattle.