Mikropropagasi Rubia akane Nakai dari Eksplan Tunas Pucuk dan Buku (Micropropagation of Rubia akane Nakai Initiated from Shoot Tip and Node Explants) Betalini Widhi Hapsari 1 * & Tri Muji Ermayanti 1 1 Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI Jl. Raya Bogor Km 46 Cibinong Bogor 16911, *E-mail: betalini_widhi@yahoo.com ABSTRACT Rubia akane Nakai is a medicinal plant which contains antraquinone and natural dyes producing plants because it contains alizarin and purpurin. Propagation of this plant is usualy done through seeds. One alternative to mass propagation which is not seasonal dependent is by tissue culture techniques. The purpose of this study was to conduct R. akane micropropagation on MS media containing cytokinin Kinetin or BAP respectively at 0 (control); 0,5; 1; and 2 ppm using shoot tips and nodes explants. The explants used were shoot containing 1 bud and shoot containing 2 buds, and single node. The results showed that 8 weeks after planting, the highest shoots were produced from MS media without cytokinins from shoot containing 1 bud explants that were 8,36 cm, the highest total number of leaves was produced on MS media with the addition of 0,5 ppm Kinetin at 45,86, the number the highest internodes was obtained from shoots containing 2 buds on MS media with the addition of 0,5 ppm BAP which is 4,72 segments, the highest number of lateral shoots was obtained from shoots containing buds planted on MS media which were 4,57 shoots, and the highest number of roots was obtained from shoot containing 1 shoot planted on MS media that was 9,14. The survival rate of planlet in the greenhouses from MS media containing BAP (83,33%) was higher compared to planlets derived from MS media containing Kinetin (60,42%). Keywords: Rubia akane Nakai, BAP, in vitro, kinetin, sitokinin, mikropropagasi. ABSTRAK Rubia akane Nakai merupakan tanaman obat karena mengandung antraquinon dan tanaman penghasil pewarna alami karena mengandung alizarin dan purpurin. Tanaman ini biasanya diperbanyak melalui biji. Salah satu alternatif perbanyakan secara massal dan tidak tergantung musim adalah dengan teknik kultur jaringan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan mikropropagasi R. akane pada media MS dengan perlakuan sitokinin Kinetin atau BAP konsentrasi 0; 0,5; 1; dan 2 ppm menggunakan eksplan tunas pucuk dan buku (nodus). Eksplan yang digunakan adalah pucuk 1 tunas dan pucuk 2 tunas yaitu tunas yang bercabang dari satu buku, dan eksplan buku tunggal. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa 8 minggu setelah tanam, tunas tertinggi dihasilkan dari media MS tanpa sitokinin dari eksplan pucuk 1 tunas yaitu 8,36 cm, jumlah total daun tertinggi dihasilkan dari media MS dengan penambahan 0,5 ppm Kinetin sebesar 45,86 helai, jumlah ruas dari tunas tertinggi diperoleh dari eksplan pucuk 2 tunas pada media MS dengan penambahan 0,5 ppm BAP yaitu 4,72 ruas, jumlah tunas lateral tertinggi diperoleh dari eksplan pucuk 2 tunas yang ditanam pada media MS yaitu 4,57 tunas, dan jumlah akar terbanyak diperoleh dari eksplan pucuk 1 tunas yang ditanam pada media MS yaitu sebesar 9,14. Daya hidup di rumah kaca planlet dari media MS dengan penambahan BAP (83,33%) lebih tinggi dibandingkan dengan planlet yang berasal dari media MS dengan penambahan Kinetin (60,42%). Kata Kunci: Rubia akane Nakai, BAP, in vitro, kinetin, sitokinin, mikropropagasi. Jurnal Biologi Indonesia 16(1): 25-37 (2020) 25 PENDAHULUAN Rubia akane Nakai, mempunyai nama umum Madder merupakan tanaman tahunan dari Famili Rubiaceae. Tanaman ini sejak dahulu biasa digunakan sebagai pewarna alami di Asia (Singh & Chaughan et al . 2004; Park & Lee, 2009). Pigmen antrakuinon seperti alizarin dan purpurin yang terkandung dalam akar dari R. akane merupakan salah satu kelompok terpenting untuk memproduksi pewarna alami (Shin, 1989). Selain itu, antrakuinon juga dilaporkan dapat berfungsi sebagai anti-kanker (Son et al . 2008), antimalaria (Bringmann et al. 2008), antioksidan (Galindo et al. 2008), antimikroba (Xiang et al. 2008), dan antijamur (Singh et al. 2006). Tanaman ini berkembangbiak dengan biji dan stek. Oleh karena akar merupakan bagian tanaman yang sering dimanfaatkan, maka diperlukan cara perkembangbiakan alternatif yang lebih cepat antara lain melalui kultur jaringan. Penggunaan teknologi kultur jaringan tanaman untuk propagasi komersial spesies tanaman dan untuk produksi komponen bioaktif telah menjadi industri yang menguntungkan (Yancheva & Kondakova, 2018). Efsiensi produksi metabolit sekunder dengan teknik kultur jaringan telah terbukti karena memiliki sifat genetik, kestabilan biokimia, kecepatan laju pertumbuhan, dan kemampuan dalam sintesis DOI: 10.47349/jbi/16012020/25