JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKA VOLUME 2, NO. 2, DESEMBER 2022, PP: 31-34 31 Avalaible online at : https://jurnal.aka.ac.id/index.php/jpmaka JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AKA ISSN (Online) 2809 8536 Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring dari Minyak Jelantah di Perumahan Bogor Asri Kelurahan Nanggewer Kabupaten Bogor Jawa Barat Nunung Widijantie 1 , Poppy Sri Lestari 2 , Cysillia K Hindarto 1 , Riri Enriyani 1 , dan Lintannisa Rahmatia 1* 1 Program Studi Analis Kimia,Politeknik AKA Bogor, Jalan Pangeran Sogiri No.283, Bogor 16154 Indonesia 2 Program Studi Pengolahan Limbah Industri, Politeknik AKA Bogor, Jalan Pangeran Sogiri No.283, Bogor 16154 Indonesia *E-mail: lintan.journal@gmail.com ARTICLE INFORMATION Article History : Received : Revised : Accepted : Published: Kata kunci : minyak jelantah; sabun cair; cuci piring; cuci tangan; pemanfaatan limbah; Keywords: wasted cooking oil, liquid soap, dish washer, hand wash, waste utilization ABSTRAK Minyak goreng yang dipakai berulang kali disebut dengan minyak jelantah. Hasil pemakaian minyak goreng yang berulang kali dapat meningkatkan asam lemak tak jenuh menjadi asam lemak jenuh,hal ini dapat menyebabkan bau yang tengik, produk hasil penggorengan kurang menarik, dan cita rasa yang tidak enak. Penggunaan minyak goreng dalam kebutuhan rumah tangga khususnya daerah Kelurahan Nanggewer sangat tinggi. Rata-rata masyarakat di Kelurahan Nanggewer sering menggunakan minyak goreng berulang kali untuk penggorengan. Minyak jelantah habis pakai tersebut biasanya langsung dibuang dan tidak dilakukan pengolahan lebih lanjut. Dampak lingkungan yang langsung terlihat adalah dengan adanya penyumbatan saluran air serta potensi pencemaran tanah. Untuk itu perlu dilakukan suatu inovasi terhadap minyak jelantah yang tidak berakibat mencemari lingkungan ketika dibuang dan memiliki nilai ekonomis di tengah masyarakat. Kegiatan Pengabdian Masyarakat (PKM) dilaksanakan di Perum. Bogor Asri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat selama tiga hari. Kegiatan ini diikuti oleh 15 orang warga, 4 orang tim dosen dan 3 orang mahasiswa. Kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yaitu tahap pertama demonstrasi pemurnian dan pengolahan minyak jelantah, tahap kedua sosialiasi kepada warga dan tahap ketiga evaluasi serta pemantauan. Produk yang dihasilkan berupa minyak jelantah yang telah dimurnikan dan sabun cuci piring serta sabun cuci tangan hasil olahan minyak jelantah. Sabun cuci piring dan sabun cuci tangan yang telah dibuat dapat diaplikasikan untuk membersihkan kotoran pada piring dan mencuci tangan. ABSTRACT Cooking oil that is used repeatedly is called wasted cooking oil. The results of using cooking oil repeatedly can increase unsaturated fatty acids into saturated fatty acids, this can cause rancid odors, less attractive frying products, and unpleasant tastes. The use of cooking oil for household needs, especially in the Nanggewer Village area, is very high. On average, people in the Nanggewer Village often use cooking oil repeatedly for frying.Wasted cooking oil is usually disposed of immediately and no further processing is carried out. The immediate environmental impact is the blockage of waterways and the potential for soil contamination. For this reason, it is necessary to carry out an innovation for wasted cooking oil which does not result in polluting the environment when disposed of and has economic value in society. Community Service Activities (PKM) are held at Perum. Bogor Asri, Bogor Regency, West Java for three days. This activity was attended by 15 residents, 4 lecturers and 3 students. This activity consists of three stages, namely the first stage is demonstration of refining and processing of wasted cooking oil, the second stage of