91 FUNGSI PEDAGOGIS AL-QUR’AN KAJIAN ANTARBARIS DAN PARATEKS DALAM NASKAH AL-QUR’AN KOLEKSI LA ODE ZAENU Zainal Abidin N askah-naskah koleksi La Ode Zaenu dalam suatu catatan yang ditulis oleh Andrew Peacock (2022) disebut mencerminkan hubungan keislaman yang lebih luas. Peacock membandingkan koleksi La Ode Zaenu dengan koleksi Abdul Mulku Zahari yang sudah lebih dahulu dikatalogisasi, bahkan sebagian juga sudah didigitalkan oleh British Library. Secara klasifikasi bahasa, naskah koleksi Abdul Mulku Zahari yang terdiri 300 naskah itu cenderung merata antara naskah yang berbahasa Arab, Melayu, dan bahasa Kesultanan lokal Wolio. Hal ini berbeda dengan koleksi La Ode Zaenu yang menyimpan 124 naskah dengan persentasi 80% berbahasa Arab, hampir dari sisanya menggunakan bahasa Melayu, dan hanya beberapa yang berbahasa Wulio. Bagi Peacock, persebaran koleksi ini juga dipengaruhi oleh kedudukan personal baik Abdul Mulku Zahari maupun La Ode Zaenu, yang pertama adalah sekretaris sultan terakhir Wolio, sementara yang kedua adalah seorang imam. Salah satu hal menarik dari koleksi La Ode Zaenu adalah adanya salinan naskah pengkhutbah Ottoman Mehmed Birgevi (w. 1573) yang berjudul al-Tariqa al-Muhammadiyah. Dengan bukti ini, Peacock berasumsi bahwa budaya naskah lokal Buton begitu