1 ARTIKEL PENELITIAN Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains (JIKS) Online submission: http://ejournal.unisba.ac.id/index.php/jiks EISSN: 2656-8438 Hubungan Kondisi Jamban dengan Kejadian Stunting di Puskesmas Cicalengka Tahun 2020 Teddy Firmanzah Zahrawani, 1 Eka Nurhayati, 2 Yanti Fadillah 3 1 Program Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, 2 Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Islam Bandung, 3 Puskesmas Cicalengka DTP, Kabupaten Bandung Abstrak Stunting pada bayi dan anak sampai saat ini menjadi masalah utama di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu faktor risiko stunting adalah sanitasi lingkungan yang buruk. Kecamatan Cicalengka memiliki prevalensi stunting ke-6 paling tinggi di Kabupaten Bandung sehingga menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung dalam upaya menurunkan stunting. Salah satu indikator sanitasi lingkungan di Kecamatan Cicalengka yang tidak memenuhi target pada tahun 2020 adalah cakupan jamban sehat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan kondisi jamban dengan kejadian anak stunting. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Cicalengka pada bulan Maret tahun 2021. Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian menggunakan data sekunder TB/U bayi dan anak yang didapat dari laporan program gizi Puskesmas Cicalengka tahun 2020. Jumlah subjek pada penelitian ini sebanyak 5.320. Data usia, jenis kelamin, kondisi, dan status gizi dilakukan analisis univariat. Analisis bivariat dan uji chi square dilakukan terhadap kondisi jamban dan status gizi dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian ini, yaitu stunting paling banyak pada anak yang menggunakan jamban tidak sehat (28,2%). Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan kondisi jamban dengan kejadian stunting (p = 0,000; p <0,05). Semakin baik kondisi jamban maka akan mengurangi risiko kejadian stunting. Kata kunci: Anak, jamban, stunting, tinggi badan The Relationship of Latrine Conditions with Incidence of Stunting in the Cicalengka Public Health Center in 2020 Abstract Stunting in infants and children is a major problem in the world, including Indonesia. One of the risk factors for stunting is poor environmental sanitation. Cicalengka District has the 6th highest prevalence of stunting in Bandung Regency, making it one of the priorities of the Bandung Regency Government in an effort to reduce stunting. One indicator of environmental sanitation in Cicalengka District that does not meet the target is coverage in 2020 is healthy latrines. The purpose of this study was to analyze the relationship between latrine conditions and the incidence of child stunting. This research was conducted at the Cicalengka Health Center on March 2021. The research design used analytic with a retrospective cross-sectional approach. Research subjects used secondary data on TB/U infants and children obtained from the 2020 Cicalengka Health Center nutrition program report. The number of research subjects was 5,320. Data on all sexes, conditions, and nutritional status will be analyzed univarially. Bivariate analysis and chi square test were performed on latrine conditions and nutritional status with a significance level of 5% (α = 0.05). The results in this study, namely the most stunting in children using unhealthy latrines (28.2%). This study indicated that the latrine condition had a problem with the incidence of stunting (p = 0.000; p <0.05). Children who use unhealthy latrines can cause chronic recurrent diarrhea which can interfere with the absorption of nutrients for growth and development. Keywords: Diabetes mellitus, glucosuri, HbA1c Koresponden: Intan Purnamasari Munajat. Program Studi Pedndidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Jl. Tamansari n0.22 40116, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, munajatintan@gmail.com JIKS. 2022;4(1):1–5 Korespondensi: Teddy Firmanzah Zahrawani, Program Pendidikan Profesi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No. 22, Kota Bandung 40116, Provinsi Jawa Barat. E-mail: nurhayatieka1@gmail.com DOI: https://doi.org/10.29313/jiks.v4i1.7770 Received: 21 Maret 2021; Revised: 24 Jan 2022; Accepted: 24 Jan 2022; Published: 31 Jan 2022