58 Strategi Komunikasi Menantu Perempuan dengan Mertua Perempuan dalam Menghadapi Konfik Keluarga Astri Dwi Andriani 1 *, Destiana Husnul Chotimah 2 , Ahmad Fauzi Yuzillah 3 1,2,3 Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Putra Indonesia, Cianjur, Jawa Barat, Indonesia *e-mail: astridwiandriani@gmail.com Article Info Abstract Article history: Received May 28 th , 2023 Revised June 28 th , 2023 Accepted June 28th, 2023 Published June 29 th , 2023 Daughters-in-law usually experience more confict with their moters-in-law because they have the same role as housewives in one house. Tis study aims to analyze the communication strategies used and the causes of conficts between daughter-in-law and daughter-in-law in Cianjur District. Tis study uses a qualitative approach with a case study method with the theory of Relational Dialectics. Retrieval of data using observation, interviews, and literature search. Te subjects of this study were daughters-in-law who had or had lived with their mother-in-law from one to fve years. Te data analysis technique in this study is Miles and Huberman with the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Te results of the study found that the communication strategies used by daughters-in-law in dealing with conficts with daughter-in-laws were: leaving, being silent and being patient. As for the causes of confict faced by daughters-in-law, namely: conficts that occur are diferences of opinion in terms of taking care of the house and raising children as well as biological factors. Keywords: communication, confict, daughter in law, mother-in-law. Abstrak Menantu perempuan biasanya lebih banyak mengalami konfik dengan mertua perem- puannya karena mempunyai peran yang sama sebagai ibu rumah tangga dalam satu rumah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan serta penyebab konfik menantu perempuan dengan mertua perempuan di Kecamatan- Cianjur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dengan teori Dialektika Relasional. Pengambilan data menggunakan pengamatan, wawa- ncara, dan penelusuran kepustakaan. Subjek penelitian ini adalah menantu perempuan yang sudah atau pernah tinggal bersama dengan mertua perempuan mulai dari satu hingga lima tahun. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah Miles and Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil peneli- tian menemukan bahwa strategi komunikasi yang digunakan menantu perempuan dalam menghadapi konfik dengan mertua perempuan, yaitu: meninggalkan, diam serta bers- abar. Adapun penyebab konfik yang dihadapi menantu perempuan, yaitu: konfik yang terjadi adalah adanya perbedaan pendapat dalam hal mengurus rumah dan mengasuh anak serta faktor biologis. Kata Kunci: komunikasi, konfik, menantu, mertua perempuan. IKOMIK: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol. 3, No. 1, June 2023, pp. 58-70 https://doi.org/10.33830/ikomik.v3i1.3760