Jurmas Sosial dan Humaniora eISSN: 2775-6998 Vol. 03 No. 01 Hal: 226-236 Asosiasi Dosen PkM Indonesia (ADPI) 226 RANCANGAN AUDIT 5R UNTUK MENGOPTIMALKAN PREVENTIVE MAINTENANCE Fany Apriliani Manajemen Industri, Sekolah Vokasi, Institut Pertanian Bogor, Kampus Sekolah Vokasi IPB Cilibende Jalan Kumbang No.14 Bogor email: fany.apriliani@apps.ipb.ac.id Abstract Education is a learning process that actively guides students to develop their self-potential and has a noble character. Islamic boarding schools also have an important role and function in education, da'wah, and community empowerment. As national education providers, they need to facilitate dormitories that meet the following aspects: capacity, comfort, cleanliness, health, and security. The problems are: the community often perceives the Islamic boarding school’s environment as poorly maintained, and the students often have various health complaints. This view needs to be proven by direct observation. Good housekeeping activities need to be evaluated regularly. This study aims to design the 5R auditas a guide for evaluating good housekeeping practices to succeedin the preventive maintenance pillar. The study object is one of the Islamic boarding schools in Bogor. The methods are 5R culture training, questionnaires, observation, and designing 5R audits. The results show that students’ understanding of 5R cultural concepts and practices increased by 30,1%. The student’s average value for good housekeeping habits reached 89,5%. However, the 5R audit has not been carried out routinely. The urgency of the 5R audit design consists of 5R activity stages, 5R audit check sheet, 5R kaizen sheet, and 5R competition. Keywords:5R, audit, good housekeeping, preventive maintenance, Islamic boarding schools Abstrak Pendidikan merupakan proses pembelajaran yang secara aktif membimbing peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dan berakhlak mulia. Dalam hal ini, pesantren juga memiliki peranan dan fungsi penting dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Pesantrensebagai penyelenggara pendidikan nasional dengan basis kurikulum pesantren dan pendidikan umum, perlu memfasilitasi pondok atau asrama pesantren yang memenuhi aspek: daya tampung, kenyamanan, kebersihan, kesehatan, dan keamanan. Permasalahan yang dihadapi adalah: masyarakat seringkali menganggap lingkungan pesantren kurang terawat dan para santrinya kerap mengalami berbagai keluhan kesehatan. Pandangan tersebut perlu dibuktikan dengan observasi secara langsung di lingkungan pesantren. Aktivitas good housekeeping perlu dievaluasi secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah merancang audit 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) sebagai panduan evaluasi praktik good housekeeping guna menyukseskan pilar preventive maintenance di pesantren. Objek kajiannya yaitu pesantren di kota Bogor. Metode yang digunakan adalah pelatihan budaya 5R, kuesioner, evaluasi dengan pendekatan observasi, dan merancang audit 5R. Hasil pelatihan menunjukkan pemahaman para santri terhadap konsep dan praktik budaya 5R meningkat 30,1%. Rataan nilai santri pada pembiasaan good housekeeping mencapai 89,5%. Namun, audit 5R belum dilaksanakan secara rutin oleh pihak pesantren. Urgensi rancangan audit 5R terdiri dari: tahapan kegiatan 5R, lembar periksa audit 5R, lembar kaizen 5R, dan kompetisi 5R. Kata Kunci: 5R, audit, good housekeeping, preventive maintenance, pondok pesantren PENDAHULUAN Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan merupakan proses pembelajaran yang secara aktif membimbing peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dan berakhlak mulia. Pada prinsipnya,