Indonesian Journal for Health Sciences Vol. 5, No. 2, September 2021, Hal. 69-76 ISSN 2549-2721 (Print), ISSN 2549-2748 (Online) 69 journal.umpo.ac.id/index.php/IJHS UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lamk) BERDASARKAN PERBEDAAN WAKTU PANEN Munira Munira 1 , Dhea Amalia 1 , Wiqayatun Khazanah 2 , Muhammad Nasir 3* 1 Program Studi Farmasi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh, Aceh, Indonesia 2 Program Studi Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh, Aceh, Indonesia 3 Program Studi Biologi FMIPA, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Aceh, Indonesia ABSTRAK Riwayat Artikel: Submit: 19/02/2021 Diterima: 28/04/2021 Diterbitkan: 01/09/2021 Kata Kunci: Kelor, Antibakteri, Waktu Panen, Staphylococcus aureus, Escherichia coli Abstract: Moringa (Moringa oleifera Lamk) has been used to treat various types of diseases, one of which is antibacterial. This study aims to determine the differences in the ability of Moringa leaf extracts harvested in the morning and evening in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli. The research was a experimental laboratory study using a completely randomized design (CRD) with three treatments, namely P0 (aquades), P1 (Moringa leaf extract harvested in the morning), P2 (Moringa leaf extract harvested in the afternoon) with four repetitions. Microbiological test using the disc diffusion method. Phytochemical test results showed that Moringa leaf extract contains alkaloids, saponins, flavonoids, and triterpenoids. ANOVA test results stated that Moringa leaf extract harvested at different times had a significant effect on the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli (P = 0.000). Duncan's further test showed no difference in the mean diameter of the inhibition zone between Moringa leaf extracts harvested in the morning (13.25 mm) and evening (14.325 mm) in inhibiting Staphylococcus aureus. Whereas in Escherichia coli, there is a real difference in the average diameter of the Moringa leaf extract inhibition zone harvested in the morning (0.00 mm) and evening (13.75 mm). . Abstrak: Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) telah digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit, salah satunya adalah sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan ekstrak daun kelor yang dipanen pada pagi hari dan sore hari dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian bersifat eksperimental murni menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu P0 (aquadest), P1 (ekstrak daun kelor yang dipanen pada pagi hari), P2 (ekstrak daun kelor yang di panen pada sore hari) dengan masing-masing 4 kali ulangan. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak daun kelor mangandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan triterpenoid. Hasil uji Anova menyatakan bahwa ekstrak daun kelor yang dipanen pada waktu berbeda sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (P=0,000). Uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata diameter zona hambat antar ekstrak daun kelor yang dipanen pada pagi hari (13,25 mm) dan sore hari (14,325 mm) dalam menghambat Staphylococcus aureus. Sedangkan pada Escherichia coli terdapat perbedaan yang nyata rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun kelor yang dipanen pada pagi hari (0,00 mm) dan sore hari (13,75 mm) Penulis Korespondensi: Muhammad Nasir Prodi Biologi FMIPA, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Aceh, Indonesia Email: m_nasir@unsyiah.ac.id Cara Mengutip: M. Munira. D. Amalia, and M. Nasir, “Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Berdasarkan Perbedaan Waktu Panen”, Indonesia. J. Heal. Sci., vol. 5, no. 2, pp. 69- 76, 2021.