Nanda Elok Juwita, dkk (2022) Urgensi Pelaksanaan Skrining Riwayat| 142 Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional (JJKN), Volume 2. Number 2, (November, 2022). Page 142 - 158 DOI : 10.53756/jjkn.v2i2.103 ISSN : 2798-6705 (online) ISSN : 2798-7183 (print) Urgensi Pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan Peserta JKN-KIS dengan Pendekatan Stakeholder Engagement Nanda Elok Juwita 1 , Dwi Santoso 2 1-2 BPJS Kesehatan, e-mail : nanda.elok@bpjs-kesehatan.go.id Abstract: Implementing health history screening is one of the main concerns at Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Republik Indonesia (BPJS Kesehatan RI). Its implementation can be optimal if there is a good stakeholder engagement process. The purpose of this study is to analyze the urgency of health history screening. After that, the researcher uses Ray and Miller’s Framework from other studies and then compares the suitability of using the framework in the stakeholder engagement process that has been carried out in achieving health history screening at Kantor Cabang Singkawang (KC Singkawang). The method used in this study is a literature review combined with a comparison of the situation in the field. The use of references from various kinds of foreign and domestic research. Regarding the results, various data related to the five urgencies were found which ca,n be a strong reason that health history screening is mandatory for all Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS’s) participants and the Ray and Miller’s Framework is very suitable if applied further in the stakeholder engagement process at KC Singkawang. It is hoped that further research will be able to conduct quantitative research on the effect of Ray and Miller’s Framework in implementing stakeholder engagement to achieve comprehensive health history screening. Keywords: Urgency; Health History Screening; Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN- KIS’s) Participants; Stakeholder Engagement; Ray and Miller’s Framework. Abstrak: Pelaksanaan skrining riwayat kesehatan menjadi salah satu perhatian utama saat ini di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan Republik Indonesia (BPJS Kesehatan RI). Pelaksanaannya dapat dijalankan dengan maksimal apabila adanya proses stakeholder engagement yang baik. Tujuan dari penelitian ini yakni menganalisa tentang urgensi pelaksanaan skrining riwayat kesehatan. Setelah itu, peneliti menggunakan Kerangka Kerja Ray dan Miller dari penelitian lain kemudian membandingkan kecocokan penggunaan kerangka tersebut pada proses stakeholder engagement yang sudah dijalankan dalam mencapai skrining riwayat kesehatan di Kantor Cabang Singkawang (KC Singkawang). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni literature review dikombinasikan dengan komparasi terhadap keadaan di lapangan. Penggunaan referensi menggunakan data sekunder dari berbagai macam penelitian luar maupun dalam negeri. Terhadap hasil, ditemukan berbagai data terkait kelima urgensi tersebut yang dapat menjadi alasan bahwa skrining riwayat kesehatan wajib untuk seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia