Sutjahjono, Hary, Jurnal ROTOR, Edisi Khusus No. 3, Desember 2017 32 PENGARUH KETINGGIAN TERBANG TERHADAP ENDURANCE MAKSIMUM TERBANG JELAJAH PESAWAT N219 MENGGUNAKAN METODE Pr-V Hary Sutjahjono 1 , FX. Kristianta 1 , Akhmad Nirman Zaki 2* 1 Staf Pengajar Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember Jl. Kalimantan 37 Jember 68121 2 Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Jember Email: *akhmadnirmanzaki@gmail.com ABSTRACT As a plane that is still in flight testing period then the N219 aircraft needs to be assessed for evaluation purposes. Focus in this study is on field of performance. This field is studied to determine the performance of N219 aircraft especially in the cruise phase. This study was conducted with the aim to determine the effect of variations in the selection of flying alititudes on the achievement of maximum endurance flying. The calculation method is done by using Pr-V graph. This method is used to determine the maximum endurance through the minimum power required curve. The result show that the increase in flying height cause the decrease of air density. This happens because the pressure and temperature of the air also decreases with increasing height. In addition, the increase in flying altitude also affects the fuel flow. Fuel flow decrease with increasing altitude. Conversely, the maximum endurance increases with the increase in altitude. This happens because the endurance is derived from the division of the fuel flow weight, so the endurance is inversely proportional to the fuel flow. The lowest maximum endurance value occurs at sea level is 6,48 jam, and the highest maximum endurance value occurs at 10.000 ft is 8,65 jam. Keywords: Endurance, cruise, altitude PENDAHULUAN Pesawat adalah alat transportasi yang dirancang untuk dapat memudahkan mobilisasi terutama untuk wilayah yang tidak dapat ditempuh dengan jalur darat. Pesawat N219 merupakan pesawat hasil karya PT. Dirgantara Indonesia dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan dan mudah disesuaikan dengan misi penerbangan antara lain untuk pesawat penumpang, pesawat pengangkut barang (cargo), dan pesawat patroli. Sebagai pesawat yang masih dalam masa uji terbang maka perlu diketahui kemampuan terbang atau prestasi terbang pesawat. Prestasi terbang adalah salah satu aspek yang ada pada bidang performance. Bidang performance menggunakan hukum gerak Newton dalam proses perhitungannya [1]. Untuk menghitung performance maka diperlukan data dari modul prestasi terbang pesawat yang meliputi geometri pesawat (dimensi), aerodinamik, stability and control, dan sebagainya. Serta diperlukan modul misi pesawat yang meliputi perencanaan bahan bakar dan berat pesawat sesuai dengan fungsinya [2]. Salah satu yang dikaji pada bidang performance adalah endurance. Endurance merupakan parameter prestasi terbang yang menunjukkan panjang waktu terbang pesawat [3]. Dalam satu kali perjalanan, pesawat mengalami beberapa tahapan fase terbang. Fase- fase tersebut yaitu take-off, climb, cruise, descent, dan landing. Fase terbang cruise (terbang jelajah) merupakan fase terbang paling dominan. Oleh karena itu fase terbang cruise penting untuk diteliti agar dapat mengetahui kemampuan terbang atau prestasi terbang pesawat N219 [4]. Pada fase terbang jelajah ini pesawat berada pada kecepatan dan ketinggian yang relatif konstan [1]. Ketinggian terbang merupakan kondisi penerbangan yang perlu diperhatikan untuk mengetahui prestasi terbang pesawat. Pada ketinggian terbang yang berbeda, massa jenis udara juga akan berbeda [3]. Oleh karena itu perlu pengkajian mengenai pengaruh variasi pemilihan ketinggian terbang terhadap prestasi terbang pesawat N219, pada penelitian ini khsusnya endurance maksimum pada fase terbang jelajah Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi ketinggian terbang pesawat terhadap endurance maksimum yang mampu dihasilkan oleh pesawat N219 pada fase terbang jelajah. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan cara pengamatan langsung di PT. Dirgantara Indonesia khususnya (Divisi Aerodinamik) dan dilanjutkan dengan pengambilan data dari berbagai bidang brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by ROTOR