1 STUDI PERKIRAAN SUSUT TEKNIS DAN ALTERNATIF PERBAIKAN PADA PENYULANG KAYOMAN GARDU INDUK SUKOREJO Primanda Arief Yuntyansyah 1 , Ir. Unggul Wibawa, M.Sc. 2 , Ir. Teguh Utomo, MT. 3 1 Mahasiswa Teknik Elektro, 2 3 Dosen Teknik Elektro, Universitas Brawijaya E-mail: yuntyansyah@gmail.com Abstrak - Pada sistem tenaga listrik, susut energi merupakan salah satu ukuran efisien atau tidaknya suatu pengoperasian sistem distribusi tenaga listrik. Susut merupakan kerugian energi akibat masalah teknis dan non teknis pada penyaluran energi listrik. Selama ini perhitungan susut pada penyulang dilakukan dengan cara menghitung selisih kWh beli dan kWh jual pada penyulang. Dalam penelitian ini dilakukan perhitungan susut teknis yang lebih rinci, yaitu dengan menghitung susut konduktor dan susut transformator pada penyulang sehingga akan diketahui seberapa besar susut yang disebabkan konduktor dan transformator pada penyulang. Dari hasil perhitungan didapatkan nilai susut teknis pada penyulang Kayoman 103,23 kW dan susut non teknis sebesar 22,78 kW. Sehingga susut pada penyulang kayoman adalah 126,02 kW. Selanjutnya dilakukan upaya perbaikan pada jaringan SUTM sehingga susut konduktor berkurang 41,4%. Sedangkan upaya perbaikan pada transformator menurunkan susut transformator sebesar 7,7%. Upaya perbaikan yang terakhir dengan cara memparalelkan penyulang berhasil menurunkan susut mencapai 50%. Kata Kunci Energi Listrik, Susut Teknis, Transformator, Perbaikan Susut. I. PENDAHULUAN Susut energi pada jaringan merupakan masalah utama PT. PLN (Persero) Area Pasuruan Distribusi Jawa Timur. Upaya yang dilakukan untuk menurunkan susut adalah memperbaiki jaringan yang ada dan menekan susut non teknis akibat pencurian listrik. Energi listrik yang hilang dalam perjalanan penyaluran energi listrik baik di saluran transmisi maupun distribusi disebut dengan rugi-rugi atau susut energi teknis. Sedangkan susut energi non teknis lebih berkaitan dengan pengukuran pemakaian energi listrik di sisi pelanggan. Perbaikan susut selama ini hanya mengacu pada sisi non teknis, sehingga perlu dilakukannya perbaikan pada susut teknis pada penyulang. Biasanya perhitungan susut energi pada sistem jaringan distribusi dilakukan menggunakan selisih energi terjual dengan yang diterima pada setiap penyulang. Mengingat pentingnya informasi mengenai besarnya susut pada suatu jaringan distribusi yang dipergunakan dalam perencanaan pengembangan jaringan, maka studi susut energi mengenai susut energi pada sistem jaringan distribusi yang meliputi susut saluran dan susut transformator perlu dilakukan. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Susut Energi Pada Jaringan Energi listrik yang hilang dalam perjalanan baik di saluran transmisi maupun di saluran distribusi disebut dengan rugi-rugi atau losses teknis. Sedangkan losses non teknis lebih banyak disebabkan oleh masalah- masalah yang berkaitan dengan pengukuran pemakaian energi listrik di sisi [1].Sehingga Pada dasarnya susut energi pada sistem distribusi primer berdasarkan penyebabnya dapat dibedakan menjadi: 2.1.1 Susut energi teknis Pada dasarnya Susut energi teknis ini berdasarkan susut energi pada komponen yang diakibatkan ada kesalahan pada komponen tersebut [1]. Sehingga berdasarkan Berdasarkan persamaan dasar susut daya [1] besar susut pada penghantar adalah: Pkond = I 2 .Rsal (2-1) Keterangan: Pkond = Susut daya pada penghantar (W) Rsal = resistansi total penghantar (Ω) I = arus beban rata-rata (A) Sedangkan susut transformator terdiri dari susut inti besi dan susut tembaga. Besarnya susut inti besi konstan (tidak dipengaruhi pembebanan pada transformator). Besarnya susut tembaga transformator Disebabkan resistansi di kumparan trafo.Rugi-rugi tembaga sebanding dengan kuadrat arus atau kuadarat kVA. Dengan kata lain, rugi-rugi tembaga setengah brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Mahasiswa TEUB