Pengaruh Volume Inokulum pada Produksi Bioetanol dari Limbah Kulit Nanas Menggunakan Zymomonas Mobilis dengan Metode Solid State Fermentation (SSF) Ikhsan Fajrin, Said Zul Amraini*, Sri Rezeki Muria Laboratorium Rekayasa Bioproses Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Riau Kampus Bina Widya KM 12.5 Panam-Pekanbaru Telp./Fax. 0761-566937 *Email : saidza@unri.ac.id ABSTRACT Increasing of world energy consumption and depleted of availability fossil fuel caused the development of energy goes thru renewable fuel and environment-friendly. Waste of agriculture such as pineapple peel can be utilized as raw material to produce bioethanol through fermentation. The aim of this research are to know the process of bioethanol production through solid state fermentation (SSF) from pineapple peel and to determine the yield of bioethanol produced using Zymomonas mobilis with various inoculum volume 8, 9, 10, 11, and 12 % and various fermentation time 6, 12, 18, 24, 30 and 36 hours. Fermentation process conducted using Zymomonas mobilis because it has several advantages such as resistant to high concentration of ethanol,more tolerant to temperature and low pH. The result shows that the higher inoculum volume that inoculated to substrate the higher ethanol produced. The highest yield of bioethanol is 21%v at inoculum volume 10%. The optimum fermentation time obtained is 24 hours to all various inoculum volume ABSTRAK Meningkatnya konsumsi energi dunia dan berkurangnya ketersediaan bahan bakar fosil menyebabkan perkembangan energi bergeser menjadi bahan bakar renewable dan ramah lingkungan. Limbah perkebunan berupa kulit nanas dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan bioetanol melalui proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan bioetanol dengan proses fementasi kultur padat dari limbah kulit nanas dan menentukan kadar bioetanol yang dihasilkan menggunakan bakteri Zymomonas Mobilis pada variasi volume inokulum 8, 9, 10, 11, dan 12 % dan waktu fermentasi 6, 12, 18, 24, 30 dan 36 jam. Jenis fermentasi yang dilakukan adalah fermentasi substrat padat dengan aktivitas air yang rendah. Proses fermentasi dilakukan dengan bantuan bakteri Zymomonas mobilis karena memiliki kelebihan yaitu tahan pada konsentrasi etanol tinggi, lebih toleran terhadap suhu dan pH rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar volume inokulum yang diinokulasikan terhadap substrat fermentasi maka kadar bioetanol yang dihasilkan akan semakin tinggi. Konsentrasi bioetanol tertinggi yang diperoleh sebesar 21%v, pada volume inokulum 10%. Waktu fermentasi optimum yang didapatkan adalah 24 jam untuk semua variasi volume inokulum. Keyword : Bioetanol; Fermentasi; Kulit Nanas; Solid State Fermentation (SSF); Zymomonas Mobilis 1. Pendahuluan Upaya yang dilakukan untuk mendukung pengadaan energi akibat ketersediaan bahan bakar fosil yang tidak ramah lingkungan dan semakin berkurang yaitu memproduksi bioetanol dari