PELARUTAN TERAK TIMAH BANGKA MENGGUNAKAN LARUTAN NaOH Ariyo Suharyanto*, Eko Sulistiyono dan F.Firdiyono Pusat Penelitian Metalurgi dan Material – LIPI Gedung 470, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan 15314 E-mail: *ariyo.suharyanto@lipi.go.id Masuk tanggal : 22-09-2014, revisi tanggal : 25-11-2014, diterima untuk diterbitkan tanggal : 28-11-2014 Intisari PELARUTAN TERAK TIMAH BANGKA MENGGUNAKAN LARUTAN NaOH. Terak timah hasil dari proses peleburan konsentrat bijih timah logam timah merupakan produk yang memiliki potensi untuk dikembangkan, terutama unsur logam tanah jarang (LTJ). Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelarutan mineral sekunder terak timah dalam larutan NaOH. Terak timah diambil dari dua tanur yaitu terak timah I dan terak timah II yang diperoleh dari proses peleburan timah tahap I dan peleburan timah tahap II yang ada di Pulau Bangka. Pada penelitian ini bahan baku yang digunakan adalah terak timah I dan II yang telah mengalami pemanasan pada temperatur 700°C dan 900°C, dan kemudian dilarutkan dengan menggunakan larutan NaOH. Padatan (residu) yang diperoleh dari percobaan pelarutan dengan NaOH kemudian dianalisa dengan XRD (x-ray diffraction) dan XRF (x-ray fluorescence). Hasil pelarutan menunjukkan kandungan terak timah yang terlarut sekitar 10% berat diperoleh dari Terak II, sedangkan dari Terak I terlarut sekitar 5% berat. Hasil XRF mengidentifikasikan bahwa unsur dalam terak timah yang larut dalam larutan NaOH adalah unsur yang bersifat amfoter seperti timah, silika, alumina, titania dan zirkonia. Kata kunci : Mineral sekunder, Terak timah, Pelarutan, Larutan NaOH, Logam tanah jarang Abstract DISSOLUTION OF TIN SLAG BANGKA USING NaOH SOLUTION. Tin slag from tin ore concentrate smelting process is a product that has the potential to be developed, especially rare earth elements (REE). Therefore, the purpose of this study is to determine the solubility of tin slag secondary minerals in NaOH solution. Tin slag taken from two tin slag furnaces such as tin slag I and II that were obtained from lead smelting process of phase I and II in Bangka Island. In this study, the raw material used was tin slag I and II, which has been roasted at a temperature of 700°C and 900°C, and then dissolved in NaOH solution. The solids (residue) obtained from dissolution experiments with NaOH were analyzed by XRD (X-ray diffraction) and XRF (x-ray fluorescence). Dissolution results showed that the solubility of tin slag was about 10% and 5 % for tin slag II and I, respectively. XRF results indicated that elements in the tin slag dissolved in NaOH solution were amphoteric elements such as tin, silica, alumina, titania and zirconia. Keywords : Secondary minerals, Tin slag, Dissolution, NaOH solution, Rare earth elements PENDAHULUAN Indonesia merupakan salah satu negara dengan sumber daya dan penghasil timah terbesar di dunia dengan cadangan timah sekitar 0,9 juta ton pada tahun 2008 [1] . Endapan timah Indonesia termasuk jalur timah terkaya di dunia yang dikenal sebagai jalur Asia Tenggara yang terbentang dari Cina, Myanmar, Thailand, Malaysia dan berlanjut ke Indonesia. Bijih timah mengandung mineral utama kasiterit (SnO 2 ) dan mineral ikutan seperti kolumbit-tantalit [(Fe, Mn)(Ta, Nb) 2 O 6 ], zirkon (ZrSiO 4 ), ilmenit (FeTiO 3 ), rutil (TiO 2 ), kwarsa (SiO 2 ), pirit (FeS 2 ), xenotim (YPO 4 ), dan monasit (Ce,La,Y,Th)PO 4 [2] . Pada umumnya, mineral ikutan tersebut berasosiasi dengan mineral lain atau sebagai mineral ikutan dalam mineral bijih atau konsentrat pada industri pertambangan bijih timah di