ATRIUM: Jurnal Arsitektur, Vol. 9, No.2, 2023, 125-136 125 ATRIUM: JURNAL ARSITEKTUR ISSN: 2442-7756 E-ISSN: 2684-6918 atrium.ukdw.ac.id Hubungan Pola Perilaku Pengunjung dengan Karakteristik Arsitektur Istana Datu Luwu Kota Palopo | Diterima pada 12-05-2023 | Disetujui pada 05-09-2023 | Tersedia online 12-09-2023 | | DOI https://doi.org/10.21460/atrium.v9i2.219 | Mohammad Rizaldy 1 , Ria Wikantari 2 , Mohammad Mochsen Sir 3 1, 2, 3. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin Gowa Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10, Tamalanrea Indah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan Email: mohammadrizaldy0497@gmail.com, rwikantaria@gmail.com, mohammadmsir@yahoo.co.id Abstrak Penelitian bertujuan menemukan hubungan antara pola perilaku pengunjung dan karakteristik arsitektur Istana Datu Luwu di Kota Palopo. Istana Datu Luwu memiliki signifikansi sejarah dan budaya penting sebagai kompleks bangunan bersejarah di Sulawesi Selatan. Faktor-faktor seperti tata letak, desain visual, dan elemen arsitektural di dalam istana dapat memengaruhi pola perilaku pengunjung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan survei kepada pengunjung. Data dianalisis menggunakan teknik spasial guna mengidentifikasi pola perilaku pengunjung dan hubungannya dengan karakteristik arsitektur istana. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pola perilaku pengunjung, waktu kunjungan, aktivitas, dan preferensi ruang dengan karakteristik arsitektur Istana Datu Luwu. Karakteristik arsitektur, seperti ornamen tradisional, tata letak ruangan, dan material, berperan penting dalam membentuk pengalaman pengunjung dan kegiatan mereka di dalam istana. Penelitian memberikan wawasan baru dalam pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata bersejarah. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang pengaruh karakteristik arsitektur terhadap pola perilaku pengunjung, pihak berwenang dan pengelola wisata dapat mengambil langkah-langkah lebih efektif dalam menjaga, melestarikan, dan meningkatkan pengalaman pengunjung. Hasil penelitian dapat menjadi dasar perencanaan lebih baik dalam mempertahankan nilai sejarah dan budaya, dan di sisi lain memenuhi harapan pengunjung dalam mengeksplorasi destinasi wisata. Penelitian memiliki dampak positif dalam pengembangan dan promosi warisan budaya Sulawesi Selatan. Kata kunci: Istana Datu Luwu, psikologis, pola perilaku, pemetaan ruang. Abstract Title: The Relationship between Visitor Behavior Patterns and the Architectural Characteristics of Datu Luwu Palace, Palopo City The research aims to find the relationship between visitor behavior patterns and the architectural characteristics of the Datu Luwu Palace in Palopo City. Datu Luwu Palace has important historical and cultural significance as a historical building complex in South Sulawesi. Factors such as the layout, visual design, and architectural elements within the palace can influence visitor behavior patterns. The research used a qualitative approach with a survey of visitors. Data were analyzed using spatial techniques to identify visitor behavior patterns and their relationship to the architectural characteristics of the palace. The results show a significant relationship between visitor behavior patterns, visit time, activities, and space preferences with the architectural characteristics of the Datu Luwu Palace. Architectural characteristics, such as traditional ornamentation, room layout, and materials, play an important role in shaping visitors' experiences and their activities within the palace. Research provides new insights into the management and development of historic tourist destinations. By better understanding the influence of architectural characteristics on visitor behavior patterns, tourism authorities and managers can take more effective steps to maintain, preserve, and enhance the visitor experience. The results of the research can be the basis for better planning in maintaining historical and cultural values, and on the other hand, fulfilling visitors' expectations in exploring tourist destinations. Research has a positive impact on the development and promotion of South Sulawesi's cultural heritage. Keywords: Palace of Datu Luwu, psychology, patterns of behavior, spatial mapping.