Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat Juli 2020,Vol 2 (5) 2020: 723731 ISSN 2721-897X 723 Budi Daya Tanaman Bengkuang (Pachyrhizus erosus L.) di Kelurahan Situgede, Kota Bogor Cultivation of Yam Bean (Pachyrhizus erosus L.) Situgede Village, Bogor Muhammad Raihan Ferdiansyah 1* dan Edi Santosa 1 1 Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680 *Penulis Korespondensi: mraihanferdiansyah@gmail.com ABSTRAK Bengkuang merupakan umbi penting di Bogor sebagai konsumsi segar dan juga untuk pembuatan asinan. Namun demikian, evaluasi budidaya bengkoang di Bogor masih jarang dilakukan. Penerapan teknik budidaya tanaman umbi agar menghasikan produktivitas lahan yang optimal sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem budidaya bengkuang yang dilakukan petani di Kelurahan Situgede, Kota Bogor, Jawa Barat. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapang, dan kajian pustaka. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi lapang, diperoleh data adanya perbedaan antar petani pada penggunaan jarak tanam, luas lahan, jenis pupuk yang digunakan, dan produktivitas. Petani belum mendapatkan pemahaman tentang teknik budidaya yang baik agar mendapatkan produktivitas yang optimal, minim penyuluhan dari ahli-ahli budidaya tanaman dan penyakit, sehingga hal tersebut menjadi pembatas dalam perolehan hasil. Kata kunci: bengkuang, budidaya, evaluasi budidaya, jarak tanam, penyakit tanaman ABSTRACT Yam bean is important product in Bogor for fresh consumption and fermented food. However, evaluation on yam bean production is rare in Bogor. The application of good cultivation techniques is important in order to produce optimal yield to meet market demands. The study aimed to evaluate the cultivation system applied by farmers in Situgede Village, Bogor, West Java. Data were collected through interviews, field observations, and literature review. Based on interviews and field observations, there were variation among farmers in plant spacing, land area, type of fertilizer used, and productivity. Farmers still faced lack of skill on good cultivation techniques in order to obtain optimum productivity, as well as lack of information from experts in the field on cultivation method and plant diseases so that determined the effectiveness in yam cultivation. Keywords: cultivation, cultivation evaluation, plant diseases, plant spacing, yam bean PENDAHULUAN Petani di Indonesia telah lama melakukan budidaya tanaman bengkuang ( Pachyrhizus erosus). Menurut Sørensen (1996) tanaman bengkuang dikenal sebagai Pachyrhizus yang berasal dari kata Yunani pachys = tebal, dan rhiza = akar. Tanaman bengkuang ini sendiri ditempatkan pada taksonomi Diocleinae, suku Phaseoleae, dan Famili legum (Fabaceae). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Scientific Journals of Bogor Agricultural University