S U R Y A A B D I M A S Vol. 6 No. 4 (2022) pp. 657 - 663 Available online at: http://jurnal.umpwr.ac.id/index.php/abdimas/index p-ISSN: 2580-3492 e-ISSN: 2581-0162 657 Pemanfaatan Aplikasi Stellarium dan Alat Peraga Astronomi NASE (Network for Astronomy School Education) sebagai Pembelajaran Etnoastronomi Azmi Khusnani , Adi Jufriansah, Wahyuningsih, Mohammad Fitri, Nurdin H. Abd. Rahman S., Yanto, Yunita Kristianti Subandi, Endang Sulastri IKIP Muhammadiyah Maumere Jl. Jenderal Sudirman, Kec. Alok Tim., Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Indonesia | husnaniazmi@gmail.com | DOI : https://doi.org/10.37729/abdimas.v6i4.2114| Abstrak Waipare adalah salah satu daerah di kabupaten Sikka yang berada pada kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur. Kondisi geografis yang terletak dipesisir Laut Flores menjadikan masyarakat Waipare memahami kebudayaan setempat yang berkaitan dengan profesinya sebagai nelayan. Meskipun demikian kebudayaan yang ada belum terdapat hubungan dengan keilmuwan khususnya Astronomi. Tujuan pengabdian adalah melakukan edukasi pembelajaran Astronomi dengan pendekatan kebudayaan di masyarakat Waipare. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan edukasi melalui kegiatan workshop pembuatan alat peraga NASE dan pengamatan langit malam menggunakan aplikasi Stellarium. Sasaran pengabdian ini adalah anak-anak SD dan SMP. Hasil dan dampak pengabdian yang telah diberikan adalah terbentuk pemahaman terkait ilmu Astronomi, mampu membaca rasi bintang dengan melihat pola rangkaian bintang yang ada di langit, dan mampu menggunakan aplikasi Stellarium. Kata Kunci: Alat peraga, Astronomi, NASE, Sikka, Stellarium This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License 1. Pendahuluan Kabupaten Sikka adalah salah satu kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur dengan luas wilayah 1.732 km². Secara umum masyarakat kabupaten Sikka terdiri atas beberapa nama suku yaitu Ata Sikka, Ata Krowe, Ata Tana Ai, Ata Lua (Palue), Ata Lio, disamping itu dikenal juga suku-suku pendatang, seperti Ata Goan, Ata Ende, Ata Sina, Ata Sabu/ Rote, dan Ata Bura (Lemianti et al., 2020; Ndoa et al., 2022). Waipare adalah salah satu daerah di kabupaten Sikka yang berada pada Kecamatan Kangae. Hasil observasi menunjukkan bahwa masyarakat Waipare didominasi oleh keturunan Sikka-Krowe dan Bugis. Secara geografis wilayah Waipare berada pada wilayah pesisir laut utara Laut Flores. Letak geografis Waipare yang berada di wilayah pesisir menjadikan masyarakat setempat memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Kearifan lokal merupakan bagian dari budaya yang melekat dan diturunkan secara turun temurun (Nasa & Nuwa, 2021). Kearifan lokal yang ada pada masyarakat Sikka-Krowe ditunjukkan dengan kedekatan hubungan pemahaman nelayan dalam membaca fenomena yang ada di langit ketika berlayar (Sulaiman & Hassan, 2020).