Jurnal Kebijakan Publik, Vol.14, No.2, 2023 p-ISSN 1978-0680, e-ISSN 2655-5204 https://jkp.ejournal.unri.ac.id https://jkp.ejournal.unri.ac.id 242 KOLABORASI STAKEHOLDERS DALAM PENGEMBANGAN RUANG PUBLIK STAKEHOLDERS COLLABORATION IN PUBLIC SPACE DEVELOPMENT Verliya Veriyani * , Bagas Narendra Parahita, Yosafat Hermawan Trinugraha Prodi Pendidikan Sosiologi Antropologi, FKIP, Universitas Sebelas Maret, Jebres, Surakarta *Koresponden email: verliyaver@gmail.com ABSTRAK Penambahan angka pengangguran yang terjadi di perkotaan sejalan dengan peningkatan angka kemiskinan yang membuat masyarakat membutuhkan inovasi dari stakeholder untuk menyediakan berbagai ruang publik yang representatif. Pembentukan ruang publik Taman Sunan Jogo Kali di Kota Surakarta dapat dikatakan sebagai salah satu simbol eksistensi kolaborasi stakeholder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kolaborasi yang dilakukan stakeholders dalam pembentukan dan pengembangan ruang publik Taman Sunan Jogo Kali dengan pendekatan studi kasus untuk memahami secara spesifik kolaborasi dan perkembangan ruang publik yang dilakukan. Wawancara dan observasi dilakukan dalam pengumpulan data yang diolah menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik dengan teori Stuktural Fungsional skema AGIL. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam pembentukan Taman Sunan Jogo Kali didasari kolaborasi antar masyarakat setempat, swasta, CSR (PLN, Bank Jateng, PMS, Id Express, Bank Solo, Le Mineral) dan pemerintah (Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, DLH, Dinas Pertanian, Kelurahan Pucangsawit). Hasil kolaborasi menghasilkan penambahan fasilitas taman, pembangunan fasilitas (mushola, toilet, lift), dan pengadaan event. Kerja bakti dan komunikasi dilakukan dalam proses adapatasi, memberikan ruang hiburan gratis dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar taman merupakan tujuan yang dicapai, integrasi dilakukan dengan mengadakan pertemuan rutin dan pembuatan peraturan, latensi ditunjukan dengan selalu berkoordinasi antar stakeholders. Kata kunci: Kolaborasi; Ruang Publik; Stakeholders ABSTRACT The increase in unemployment that occurs in urban areas is in line with the increase in poverty rates which makes people need innovation from stakeholders to provide various representative public spaces. The establishment of Sunan Jogo Kali Park public space in Surakarta City can be said to be one of the symbols of the existence of stakeholder collaboration. This study aims to determine the collaboration carried out by stakeholders in the formation and development of public space Sunan Jogo Kali Park with a case study approach to understand the specifics of the collaboration and development of public space carried out. Interviews and observations were conducted in data collection processed using source triangulation and triangulation techniques with AGIL schema Functional Structure theory. Selection of informants using purposive sampling and snowball sampling techniques. The results showed that the establishment of Sunan Jogo Kali Park was based on collaboration between local communities, private, CSR (PLN, Bank Jateng, PMS, Id Express, Bank Solo, Le Mineral) and government (Transportation Office, PUPR Office, DLH, Agriculture Office, Pucangsawit Village). The results of the collaboration resulted in the addition of park facilities, the construction of facilities (prayer rooms, toilets, elevators), and the provision of events. Community service and communication work carried out in the adaptation process, providing free entertainment space and improving the welfare of the community around the park are goals achieved, integration is carried out by holding regular meetings and making regulations, latency is shown by always coordinating between stakeholders. Keywords: Collaboration; Public Space; Stakeholders PENDAHULUAN Kota Solo merupakan kota kecil dengan jumlah penduduk berdasarkan data BPS (2019) kategori usia produktif mencapai presentase 72,58%. Didominasinya penduduk dengan usia produktif berbanding lurus dengan jumlah tenaga kerja dan angkatan kerja (Alfaritdzi & Prathama, 2023). Kota Solo harus menyediakan lapangan pekerjaan yang cukup agar tidak terjadi penam- bahan angka pengangguran yang berbanding lurus dengan tingkat kemiskinan (Bintang & Woyanti, 2018). Namun pada tahun 2020 Kota Solo terkena dampak Covid-19, aktivitas ekonomi-sosial dunia mengalami perubahan akibat Covid-19 (Eka Putri et al., 2021). Salah satunya berdampak pada penambahan angka pengangguran di Kota Solo yang mencapai 10.872 orang (Trisnaningtyas, 2021). Hal tersebut membuat pemerintah melaku- kan berbagai strategi untuk mengembalikan ke- adaan ekonomi masyarakatnya, begitu pula dengan masyarakat yang melakukan berbagai