82 Isabella JenIva dan YolantYa WIdYasarI HARMONI Januari - Juni 2021 PenelItIan MAKNA DAN KETERLIBATAN ORANG KRISTEN DALAM RITUAL PUNDUK SAHUR PADA MASA COVID-19 DI DESA TUMBANG TAMBIRAH, KALIMANTAN TENGAH: KAJIAN SOSIO-TEOLOGIS THE MEANING AND INVOLVEMENT OF CHRISTIANS ON THE PUNDUK SAHUR RITUAL DURING COVID-19 IN TUMBANG TAMBIRAH VILLAGE, CENTRAL KALIMANTAN: A SOCIO-TEOLOGICAL STUDY Isabella Jeniva Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya, Indonesia isabellajeniva@gmail.com Yolantya Widyasari Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya, Indonesia yolantya@stakn-palangkaraya.ac.id Artikel diterima 01 Mei 2021, diseleksi 25 Mei 2021, dan disetujui 23 Juni 2021 DOI: htps://doi.org/10.32488/harmoni.v20i1.481 Abstract The Punduk Sahur ritual is one of the religious rituals of the Kaharingan tribe which aims to gain welfare and protection from the Dayak ancestors, which is believed to be able to keep the Dayak community away from dangers such as disease outbreaks. Surprisingly, in Tumbang Tambirah Village, Christians are also involved in carrying out the Punduk Sahur ritual and believe that through this ritual they can avoid the Covid-19 outbreak. The approach used in this research is qualitative method and descriptive type. Data collection techniques that will be used, namely the technique of observation, interviews, and literature study. This study applies a socio-theological study that aims to fnd out and describe how the process of organizing the Punduk Sahur ritual in the midst of the COVID-19 outbreak for the people of Tumbang Tambirah Village, and what factors are the involvement of Christians in the Punduk Sahur ritual in the midst of the COVID-19 outbreak in Tumbang Village. Tambirah, Central Kalimantan. This study found a fnding that it can be concluded that Christians in Tumbang Tambirah Village take a dualistic atitude in the relationship between Christ and Culture. Keywords: Rituals, Punduk Sahur, Christians, Covid-19. Abstrak Ritual Punduk Sahur merupakan salah satu ritual agama suku Kaharingan yang bertujuan untuk mendapatkan kesejahteraan dan perlindungan dari leluhur Dayak, yang di percaya dapat menjauhkan masyarakat Dayak dari marabahaya seperti wabah penyakit. Anehnya, di Desa Tumbang Tambirah orang Kristen juga terlibat dalam pelaksanaan ritual Punduk Sahur serta menyakini bahwa melalui ritual tersebut mereka dapat terhindar dari wabah Covid-19. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan jenis deskriptif. Teknik Pengambilan data yang akan digunakan, yaitu dengan teknik observasi, wawancara, dan studi pustaka. Penelitian ini menerapkan kajian sosio- teologis yang bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana proses penyelenggaraan ritual Punduk Sahur di tengah wabah COVID-19 bagi masyarakat Desa Tumbang Tambirah, dan apa faktor keterlibatan orang Kristen dalam ritual Punduk Sahur di tengah wabah COVID-19 di Desa Tumbang Tambirah, Kalimantan Tengah. Penelitian ini mendapatkan sebuah temuan yang dapat disimpulkan bahwa orang Kristen di Desa Tumbang Tambirah mengambil suatu