e-ISSN 000-000 SJ 01 (1) (2023): 57-67 57 Analisis Efisiensi Teknis Penggunaan Input Produksi Pada Usahatani Jagung Di Kelurahan Malumbi Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur Evander Talu Andung 1 *, Elfis Umbu Katongu Retang 2 , Febyningsi Rambu Ladu Mbana 3 1,2,3 Program Studi Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Kristen Wira Wacana Sumba *Corresponding Author Email: evandertaluandung1998@gmail.com Abstract: This study aims to analyze the technical efficiency of corn cultivation in the Malumbi Village. The choice of Malumbi Village as the research location was based on the consideration that the majority of the population in the village work as corn farmers. The research was conducted for two months, from May 2022 to June 2022. This study used multiple linear regression analysis to find out the effect of using production inputs on the amount of production in corn farming in Malumbi Village. Then to find out the level of technical efficiency in the use of production inputs in corn farming in Malumbi Village, it is calculated by the technical efficiency analysis equation with the Cobb-Douglas model function. The results of this study explain that partially land area and urea fertilizer have an effect on the amount of production, while seeds, NPK fertilizer, pesticides and labor have no effect on the amount of production. The results of the technical efficiency analysis on corn farming in the Malumbi Village explained that the average level of technical efficiency was 0.6894159 where the value was less than 0.8 so it was concluded that from a technical efficiency point of view the use of production inputs, corn farming in the Malumbi Village was not efficient. Keywords: Technical Efficiency, Corn, Farming.. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis dari usahatani tanaman jagung yang berada di Kelurahan Malumbi. Pemilihan Kelurahan Malumbi sebagai lokasi penelitian dengan pertimbangan bahwa mayoritas penduduk di kelurahan tersebut berprofesi sebagai petani dengan komoditi jagung. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan, yaitu pada bulan Mei 2022 sampai bulan Juni 2022. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda untuk mengetahui tentang pengaruh penggunaan input produksi terhadap jumlah produksi pada usahatani jagung di Kelurahan Malumbi. Kemudian untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis penggunaan input produksi pada usahatani jagung di Kelurahan Malumbi dihitung dengan persamaan analisis efisiensi teknis dengan fungsi model Cobb-Douglas. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa secara parsial luas lahan dan pupuk urea memiliki berpengaruh terhadap jumlah produksi, sedangkan benih, pupuk NPK, pestisida dan tenaga kerja tidak memiliki pengaruh terhadap jumlah produksi. Hasil analisis efisiensi teknis pada usahatani jagung di Kelurahan Malumbi menjelaskan bahwa rata-rata tingkat efisiensi teknis adalah 0,6894159 dimana nilai tersebut lebih kecil dari 0,8 sehingga disimpulkan bahwa dari segi efisiensi teknis penggunaan input produksi, usahatani jagung di Kelurahan Malumbi belum efisien. Kata kunci: Efisiensi Teknis, Jagung, Usahatani PENDAHULUAN Indonesia memiliki potensi sumber daya alam yang sangat sangat melimpah, dan merupakan negara agraris dengan peran sektor pertanian yang sangat besar dalam perkembangan perekonomiannya. Sektor pertanian memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pembangunan Indonesia, terutama dalam menjaga kesetabilan perekonomian nasional (Kabeakan et al., 2021). Tuminem (2019) menjelaskan bahwa sektor pertanian di Indonesia dibagi menjadi beberapa subsektor, yaitu subsektor tanam pangan, holtikultura, kehutanan, perkebunan dan perternakan. Subsektor tanaman pangan merupakan subsektor dengan peran yang sangat penting dalam menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat. Suarni et al. (2019) menjelaskan bahwa di Indonesia jagung merupakan jenis tanaman pangan yang terpenting kedua setelah beras, dimana jagung saat ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri makanan dan pakan ternak. Besarnya permintaan produk jagung pipilan terus meningkat seiring dengan perkembangan industri makanana dan kemajuan industri pakan ternak, sehingga