How to cite: Burhan, A.H., Bintoro, D.W., Mardiyaningsih, A., Nurhaeni, F. (2022). Studi literatur: Aktivitas antibakteri minyak atsiri daun dan batang tanaman terhadap bakteri Klebsiella Pneumoniae. Action Research Literate, 6(2). https://doi.org/10.46799/arl.v6i2.126 E-ISSN: 2721-2769 Published by: Ridwan Institute Action Research Literate Vol. 6 No. 2, Juli 2022 p-ISSN : 2613-9898 e-ISSN : 2808-6988 Sosial Pendidikan STUDI LITERATUR: AKTIVITAS ANTIBAKTERI MINYAK ATSIRI DAUN DAN BATANG TANAMAN TERHADAP BAKTERI KLEBSIELLA PNEUMONIAE Amelia Handayani Burhan 1 , Danang Wahyu Bintoro 2 , Ana Mardiyaningsih 3 , Farisya Nurhaeni 4 Politeknik Kesehatan Bhakti Setya Indonesia, Pakualaman, Yogyakarta, Indonesia Email: 1 amelia_handayani@poltekkes-bsi.ac.id, 2 namadanang1@gmail.com, 3 mardiyaningsihana@gmail.com, 4 farisyanurhaeni@gmail.com INFO ARTIKEL ABSTRAK Diterima 1 Juli 2022 Direvisi 11 Juli 2022 Disetujui 20 Juli 2022 Kata Kunci: Klebsiella pneumoniae, Antibakteri, Minyak atsiri, Daun dan batang, Studi Literatur Keyword: Klebsiella pneumoniae, Antibacterial, Essential oil, Leaves and stems, Literature Study Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri gram negatif yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia atau radang paru-paru. Minyak atsiri atau sering disebut dengan essential oils merupakan ekstrak alami dari jenis tumbuhan yang berasal dari daun, bunga, batang, biji-bijian bahkan putik bunga. Kegunaan minyak atsiri salah satunya sebagai anti infeksi, pembunuh bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran aktivitas antibakteri minyak atsiri daun dan batang tanaman terhadap Klebsiella pneumoniae. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (narrative review). Pencarian jurnal literatur menggunakan mesin pencari online yaitu Google Scholar dan Sciencedirect. Pencarian menggunakan kata kunci berdasarkan PICO dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan parameter yang mengacu pada PICOST sehingga diperoleh 17 artikel. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas Antibakteri daun dan batang berdasarkan diameter zona hambatnya meliputi: (1) Antibakteri yang sangat kuat meliputi Xanthium strumarium (d=58,1mm) dan Machilus konishii (d=30 ± 0.6mm); (2) Antibakteri kuat meliputi: Cupressus lusitanica (d=11 mm), Lippia javanica (d=11 mm), Mentha spicata (d=20±0,02 mm), Phoebe formosana (d=16 ± 0.8), Coriandrum sativum (d=16 mm ), Eucalyptus oleosa (d=15 mm), Premna integrifolia (d= 13,1 ± 1,5 mm), Origanum vulgare batang (d=13,0±0,17 mm), Mentha piperita (d=12,4 ± 0,7 mm), Origanum vulgare daun (d =11,9±0,10 mm), dan Origanum vulgare daun (d=11,9±0,10 mm); (3) Antibakteri sedang meliputi:Murraya paniculata (d=9-12 mm), Lippia microphylla (d=8 ± 0,5 mm sampai 12 ± 0,8 10 mm), Piper lenticellosum (d=9,5 mm), Ricinus communis (d= 6,2 ± 0,4 mm), dan Melaleuca bracteata (d=6 mm). Dengan demikian minyak atsiri daun dan batang dapat digunakan sebagai Antibakteri Klebsiella pneumoniae. ABSTRACT Klebsiella pneumoniae is a gram-negative bacterium that can cause pneumonia. Essential oils or often referred to as essential oils are natural extracts from plant species derived from leaves, flowers, stems, seeds, and even flower pistils. One of the uses of essential oils is as an anti-infective, killing bacteria. This study aims to describe the antibacterial activity of essential oils from leaves and stems of plants against Klebsiella pneumoniae. This research uses a literature review method (narrative review). Search journal literature using online search engines, namely Google Scholar, and Sciencedirect. Search using keywords based on PICO and selected based on inclusion and exclusion criteria with parameters referring to PICOST to obtain 17 articles. The results showed that the antioxidant activity of leaves and stems based on the diameter of the inhibition zone included: (1) Very strong antibacterials include Xanthium strumarium (d=58.1mm) and Machilus konishii (d=30 ± 0.6mm); (2) Strong antibacterials include: Cupressus