PURWADITA: JURNAL AGAMA DAN BUDAYA p-ISSN 2549-7928 Vol. 4, No. 2, September 2020, pp. 157-170 e-ISSN 2621-1017 157 http://jurnal.stahnmpukuturan.ac.id/index.php/Purwadita Penerbit: STAHN Mpu Kuturan Singaraja Teo Estetis Canang Sari Ida Ayu Tary Puspa a,1,* , Ida Bagus Subrahmaniam Saitya a,2 , Gede Agus Siswadi a,3 a Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Indonesia 1 tarypuspa@uhnsugriwa.ac.id, 2 tugusbramsaitya@uhnsugriwa.ac.id, 3 gedeagussiswadi@gmail.com ARTICLE INFO ABSTRACT Received 2020-07-20 Revised 2020-08-24 Accepted 2020-09-11 This is an open access article under the CCBY-SA license. All human beings who are still bound by kama need beauty and have an aesthetic encouragement. The human need for aesthetic pleasure has encouraged them to continue to create objects of aesthetic value that can cause a sense of lango (fun). Canang sari is an upakara symbolic of gratitude and thanks to the God, with all His manifestations. Aesthetically, the canang sari, besides containing religious values, also has aesthetic value from the reringgitan, the form with the composition, as well as the combination of the four floral colors. The aesthetic value contained therein increasingly makes calm, comfort, pleasure so that it further enhances spiritual religious both for those who make, those who see, and who give to Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Theo aesthetics of canang sari will imply satyam (truth), sivam (purity), and sundaram (balance). Keywords: theo aesthetics; canang sari Semua umat manusia yang masih diikat oleh kama membutuhkan keindahan dan memiliki dorongan estetis. Kebutuhan manusia akan rasa kenikmatan estetis telah mendorong mereka untuk terus menciptakan objek-objek bernilai estetis yang dapat menimbulkan rasa lango (menyenangkan). Canang sari adalah upakara sebagai simbolis dari ungkapan rasa syukur dan ucapan terima kasih kepada Sang Pencipta yaitu Tuhan dengan segala manifestasi-Nya. Secara teo estetis canang sari selain mengandung nilai religius, memiliki pula nilai estetika baik dari reringgitan, bentuk dengan komposisi, maupun perpaduan empat tata warna bunga. Nilai estetis yang terkandung di dalamnya semakin membuat ketenangan, kenyamanan, senang sehingga semakin meningkatkan religius spiritual baik bagi yang membuat, yang melihat, dan yang menghaturkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dengan demikian dalam teo estetika canang sari akan menyiratkan satyam (kebenaran), sivam (kesucian), dan sundaram (keseimbangan). Kata kunci: teo estetika; canang sari