Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 4, Nomor 2, Desember 2015 1 PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA PERIKANAN TANGKAP DI KOTA BENGKULU GITA MULYASARI Universitas Bengkulu, Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu, 38371, Indonesia Email: gita_mulyasari@yahoo.co.id ABSTRACT Bengkulu city has potential in marine and fisheries sector which has not been managed with maximum. The purpose of this research is to see how the prospects for the development of fishery business in Bengkulu city taking into account the revenue and feasibility of capture fisheries of small fishing boats and paying trawlers boats. This research conducted in Pulau Baai and Pasar Baru. Respondents were selected using census method as many as 24 small fishing boats and 10 payang trawlers boats. Methods analysis using business analytics and business efficiency. This results showed that the fishery business in Bengkulu city has an efficient and feasible to be developed with R/C ratio 2,37 and B/C ratio 1,37 for small fishing boats. For paying trawlers boats obtained R/C ratio 1,52 and B/C ratio 0,52. Keywords: capture fishing PENDAHULUAN Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki perairan lebih dari dua per tiga wilayahnya, dengan perincian luas laut adalah 5,8 juta km 2 terdiri dari laut territorial 0,8 juta km2, laut nusantara 2,3 juta km2, Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia 2,7 km2 yang telah ditetapkan menurut Undang-undang (UU) No. 5 Tahun 1983 (Ollivia, 2002) atau dari kepulauan united nations conference on the law of the sea (UNCLOS) tahun 1980 (Saad, 2000). Secara geografis Indonesia terletak di antara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, posisi tersebut menyebabkan ebagian besar ikan di kedua samudera tersebut terdapat di perairan Indonesia (Mintardjo dan Antoro, 1997). Potensi sumberdaya ikannya sebesr 6,6 juta ton per tahun. Angka ini diperoleh dari perairan nusantara sebesar 4,5 juta ton dan 2,1 juta ton dari perairan ZEE (Sudarisman dan Elvina,1996). Provinsi Bengkulu dengan luas laut territorial 53.000 km2 dan luas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yaitu batas jarak 12 200 mil laut dari pantai dengan luas 685.000 km2 dengan potensi produksi sumber daya perikanan laut 29.246 ton, dan nilai produksi Rp. 251.706.089.000 (Anonim, 2013). Wilayah Provinsi Bengkulu memiliki keunggulan pada sektor perikanan khususnya perikanan tangkap. Kota Bengkulu sebagai ibukota Provinsi secara geografis terletak di pesisir barat Pulau Sumatera yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia. Berdasarkan letak geografis tersebut, kota Bengkulu memiliki potensi perikanan tangkap yang besar. brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Social Economic of Agriculture