TEKNOLOGI UKIR KRAWANGAN PADA BAMBU BETUNG (DENDROCALAMUS ASPER) Krawangan Carving Technology on Dendrocalamus Asper Edi Eskak 1 , Harnandito Paramadharma 2 , Irfa’ina Rohana Salma 3 Tgl Masuk Naskah: 2 April 2012 Tgl Masuk Revisi: 30 Mei 2012 1 Edi Eskak, 2 Harnandito Paramadharma , Irfa’ina Rohana Salma 3 : Balai Besar Kerajinan dan Batik, Yogya- karta 1 ABSTRAK Bambu betung (dendrocalamus asper) merupakan jenis bambu besar dan berbuluh te- bal yang di Indonesia potensinya masih cukup melimpah. Bambu betung memiliki ke- sulitan dalam pengerjaan ukir. Pelaksanaan kegiatan ujicoba pembuatan aksesoris interior dengan teknik ukir krawangan pada bambu betung ini, prosesnya terdiri dari : persiapan bahan (pemotongan, pengawetan dan pengeringan), perancangan desain produk (sumber inspirasi, sketsa alternatif dan gambar kerja), serta pembuatan produk (meliputi : pembentukan global / awal, pembuatan krawangan, pengukiran dan fnishing). Dari hasil penelitian menunjuk- kan bahwa teknik pelobangan (krawangan) dengan bor 4 kali lobang kemudian diteruskan dengan gergaji hand jigsaw didapatkan kecepatan rata-rata (4 x 5.1) + 20 = 40,4 detik untuk ukuran lubang 3 – 4 cm, tebal 1,5 cm bentuk variasi lurus lengkung, pada kondisi bambu setengah basah (magel). Ini berarti 5 kali lebih cepat dari pada pemahatan manual (209.1 detik), serta hasil yang didapat lebih rapi dan lebih bersih. Kondisi terbaik untuk pembua- tan krawangan adalah kondisi setengah basah (magel) yaitu kadar air bambu 30-60%. Kata kunci : bambu betung, ukir krawangan, aksesoris interior. ABSTRACT Dendrocalamus Asper (Betung Bamboo) is a type of bamboo with thick culm wall, which is have good potential in Indonesia but the utilization still relatively abundant. Betung Bamboo also has a weakness and diffculty in carving, that will be investigated to fnd a solution from this study. In the implementation of pilot activities to the manufacture of interior accessories krawangan on Betung bamboo carving techniques, the process consists of: preparation of ma- terials (cutting, curing and drying), the design ofthe product design (the source of inspiration, sketches and working drawings alternative), and manufacturing products (including : the for- mation of global / scratch, making krawangan, carving and fnishing). Fromthe results showed that the holling technique (krawangan) with four times thedrill hole is then forwarded with hand saws jig saw obtained an average speed (4x5.1) + 20 = 40.4 seconds for the hole size 3-4 cm, thick 1.5cm straight curved shape variation, in bamboo shalf-wet conditions (magel). This means 5 times faster than the manual sculpting (209.1 seconds), and the results are neater and cleaner. The best conditions for making krawangan is half wet conditions (magel) the wa- ter content of 30-60% bamboo. Keywords: bamboo, carving krawangan, accessories interior