© 2020 The Author(s). This open access article is distributed under a Lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License. Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Fisika Indonesia Original Research Paper Keunggulan Pengukuran Tekanan Darah Menggunakan Tensimeter Digital Dibandingkan dengan Tensimeter Pegas Muhammad Zuhdi 1 , Kosim, Jannatin Ardhuha, Wahyudi, Muhammad Taufik 1,4,5 Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Mataram, Lombok, Indonesia Article history Received: July 2 st , 2020 Revised: August 2 st , 2020 Accepted: September 12 st , 2020 *Corresponding Author: Muhammad Zuhdi, Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP, Universitas Mataram, Lombok, Indonesia Email: mzuhdi@unram.ac.id Abstrak: Tensimeter adalah instrumen fisika yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Tekanan darah terukur adalah tekanan relatif antara tekanan didalam pembuluh darah dibandingkan dengan tekanan udara luar atau atmosfer. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital jauh lebih tepat dibandingkan dengan pengukuran menggunakan tensimeter pegas. Pengukuran dengan tensimeter spring di salah satu klinik di kota mataram menunjukkan kesalahan pengukuran dengan standar deviasi hingga 19,6 mmHg dibandingkan dengan tensimeter digital. Dari penelitian ini didapatkan bahwa pengukuran menggunakan tensimeter digital lebih akurat, sehingga penggunaan tensimeter jenis ini sangat direkomendasikan untuk pengukuran klinis di rumah sakit dan klinik Kesehatan. Keywords: pengukuran tekanan darah, tensimeter digital, tensimeter spring Pendahuluan Tensimeter adalah instrumen fisika yang digunakan untuk mengukur tekanan darah. Tekanan darah terukur adalah tekanan relatif antara tekanan didalam pembuluh darah dibandingkan dengan tekanan udara luar atau atmosfer. Satuan yang digunakan dalam pengukuran tekanan darah ah adalah mm Hg. Ketelitian dalam pengukuran tekanan darah menjadi sangat penting karena parameter tekanan darah sangat menentukan ketepatan diagnosa terhadap suatu penyakit. Banyak penyakit yang dapat terdeteksi atau terindikasi dengan meningkatnya tekanan darah atau menurunnya tekanan darah pada pasien. Penyakit paling umum yang gejalanya adalah peningkatan tekanan pada pembuluh darah adalah hipertensi dan atau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah. Hipertensi adalah penyakit meningkatnya tekanan pada pembuluh darah yang diakibatkan oleh penyempitan pembuluh darah dan dan tekanan darah yang besar dari jantung menuju pembuluh nadi, sedangkan hipotensi adalah penyakit yang sebaliknya. Ada 2 parameter fisika dalam pengukuran tekanan darah yaitu diastol dan sistol. Sistol adalah tekanan darah dalam pembuluh saat jantung memompakan darah ke pembuluh nadi sedangkan diastol adalah tekanan darah saat jantung menarik darah dari pembuluh arteri atau vena menuju jantung. Pengukuran darah dapat dilakukan dengan menggunakan tensimeter dengan beberapa prinsip fisika yang berbeda yaitu tensimeter digital dan tensimeter pegas. Penggunaan tensimeter digital sangat mudah dilakukan dan tidak diperlukan pelatihan khusus. Pengukuran dengan tensimeter macam ini dapat dilakukan oleh orang awam sekalipun Pengukuran tensimeter menggunakan tensimeter pegas jauh lebih sulit dibandingkan dengan an-nur digital. Hal ini disebabkan karena dua macam tensimeter ini mengandalkan ketelitian dalam melihat penurunan tekanan melalui penunjuk angka yang disinkronkan dengan penggunaan stetoskop pada telinga sehingga alat ini memerlukan pengalaman, keahlian khusus serta konsentrasi tinggi dalam penggunaannya. Penggunaan alat ukur ini juga