Jurnal Psikologi Volume 3 No 2 Maret 2018 p-ISSN : 2460-8750 e-ISSN : 2615-1731 http://dx.doi.org/10.26858/talenta.v3i2.6528 PENINGKATAN KEMAMPUAN TAKTIL PADA ANAK AUTIS MELALUI TERAPI SENSORI INTEGRASI Nur Hafidzah Tanawali 1 , Haerani Nur 2 , Kurniati Zainuddin 3 1,2,3 Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Makassar. Indonesia Email: 1 ninahafidza1993@gmail.com , 2 haerani82@yahoo.co.id , 3 Kurniazainuddin@gmail.com ©2018 JPT Fakultas Psikologi Universitas Negeri Makassar. Ini adalah artikel dengan akses terbuka di bawah licenci CC BY-NC-4.0 (https://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/ ). Abstrack. Tactile dis ability was one of the sensory problems experienced by children with special needs. Sensory integration therapy was used as a therapy for children with sensory processing problems. The aims of this study were to screen the effectiveness of sensory integration therapy to improve tactile abilities of autistic examine children. A repeated treatment experimental research design was used in this study. The subjects of this study consisted of 6 children with tactile sensory impairment. The measurement of sensory integration therapy was done by direct observation that when the children were given toys and learning tools. Results thus far indicate there is a difference in tactile ability before and after the therapy. Autistic children who have attended therapy have an increased ability of tactile. This research have implications for the therapy and parents to provide sensory integration therapy for children with low tactile ability. Keywords : Sensory Integration Therapy, Tactile Ability, Autistic Children Abstrak. Ketidakmampuan taktil merupakan salah satu ganguan sensoris yang dialami anak berkebutuhan khusus. Terapi sensori integrasi merupakan terapi untuk menangani masalah sensoris anak. Penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi sensori integrasi untuk meningkatkan kemampuan taktil anak autis. Penelitian ini menggunakan desain penelitian eksperimen repeated treatment. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 orang anak yang mengalami gangguan sensoris taktil. Pengukuran terapi sensori integrasi dilakukan dengan observasi saat diberikan alat permainan terapi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan kemampuan taktil anak sebelum dan setelah mendapatkan terapi sensori integrasi. Anak autis yang telah mengikuti terapi mengalami peningkatan kemampuan taktil. Hasil penelitian ini berimplikasi tempat terapi dan orangtua agar memberikan terapi sensori integrasi untuk anak yang berkemampuan taktil rendah. Kata Kunci: Terapi Sensori Integrasi, Kemampuan Taktil, Anak Autis. PENDAHULUAN Anak merupakan titipan terindah yang paling diharapkan oleh semua orangtua. Anak yang terlahir tidak selamanya sempurna, tidak sedikit anak yang terlahir mengalami beberapa gangguan seperti gangguan perkembangan atau