JURNAL RISET AKUNTANSI DAN KEUANGAN, 8 (1), 2020, 71-88
71 | Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan Vol.8 | No.1 | 2020
Studi Fenomologi Pencegahan Fraud Berdasarkan Prinsip Islam Pada Usaha
Kecil
Rozmita Dewi Yuniarti
1
, Arim Nasim
2
Program Studi Akuntansi, Fakultas Pendidikan Ekonomi dan Bisnis Universitas
Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia
Abstract. Business is one of the muamalah practices that are often faced with fraud. This study aims to
explore the prevention of fraud in business based on Islamic principles. The study focused on small-scale
businesses in the City of Bandung and the City of Cimahi using a qualitative approach. The results found,
the main element of fraud prevention based on Islamic Principles is to build a businessman mentality
where business activities are intended to worship and get the pleasure of Allah SWT. Instill confidence
that every activity carried out is always supervised by Allah SWT. Furthermore technical elements such
as recording every transaction and building a special business system for fraud prevention, while non -
technical elements that must be done include choosing honest and trustworthy employees, timely payroll
system, not marketing and conducting transactions that are prohibited by Islamic Sharia, giving alms ,
and devotion to parents.
Keywords. Fraud Prevention; Islamic principles; Muamalah.
Abstrak . Bisnis merupakan salah satu praktek muamalah yang sering dihadapkan pada tindakan
kecurangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pencegahan tindakan kecurangan dalam bisnis
berdasarkan prinsip Islam. Penelitian difokuskan pada usaha berskala kecil di Kota Bandung dan Kota
Cimahi dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan, unsur utama
pencegahan kecurangan berdasarkan Prinsip Islam adalah membangun mental pebisnis dimana kegiatan
bisnis diniatkan untuk beribadah dan mendapat ridha Allah SWT. Tanamkan keyakinan bahwa setiap
kegiatan yang dilakukan senantiasa diawasi oleh Allah SWT. Selanjutnya unsur teknis seperti pencatatan
setiap transaksi dan membangun sistem bisnis khusus untuk pencegahan kecurangan, sedangkan unsur
non teknis yang harus dilakukan diantaranya memilih pegawai yang jujur serta amanah, sistem
penggajian tepat waktu, tidak memasarkan dan melakukan transaksi yang dilarang oleh Syari’at Islam,
bersedekah, dan bakti kepada orang tua.
Kata kunci. Muamalah; Pencegahan Fraud; Prinsip Islam.
Corresponding author.Email: rozmita.dyr@upi.edu
1
, arim.nasim@upi.edu
2
.
How to cite this article. Yuniarti, R. D., & Nasim, A. (2020). Studi Fenomologi Pencegahan Fraud Berdasarkan
Prinsip Islam Pada Usaha Kecil. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan , 8(1), 71-88.
History of article. Received: Desember 2019, Revision: Februari 2020, Published: April 2020
Online ISSN: 2541-061X.Print ISSN: 2338-1507. DOI: 10.17509/ jra k.v8i1.20100.
Copyright©2020. Published by Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan. Program Studi Akuntansi. FPEB. UPI
PENDAHULUAN
Usaha kecil dan menengah (UKM) jauh
lebih rentan terhadap praktek fraud oleh
karyawan. Association Certified Fraud
Examiners (ACFE) melaporkan bahwa bisnis
dengan karyawan kurang dari 100 adalah
bisnis yang paling rentan praktek penipuan
dan penyalahgunaan yang dilakukan oleh
karyawan (Shanmugam, Haat, & Ali, 2010).
Terukti dari sejarah pertumuhan bisnis yang
terjadi serta dari hasil hasil penelitian yaang
dilaporkan oleh Association Certified Fraud
Examiners setiap tahun, Fraud adalah
penyebab terbesar dari runtuhnya raksasa
bisnis seperti Enron yang fenomenal di era
tahun 2000, disusul dengan World Com,
Parmalat, Toshiba, Samsung di dekade
berikutnya, Tidak hanya bisnis skala besar
yang runtuh karena fraud, melainkan juga
bisnis skala menengah maupun skala kecil
CORE Metadata, citation and similar papers at core.ac.uk
Provided by Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan