Communnity Development Journal Vol.3, No.3 November 2022, Hal. 1860-1864 P-ISSN 27214990 | E-ISSN 2721-5008 1860 PELATIHAN MEMBATIK DALAM PENGEMBANGAN UMKM BERBASIS POTENSI LOKAL PADA MASYARAKAT DESA WIDOROPAYUNG Rizki Febri Eka Pradani 1 , Feniatin Nabila 2 , Halimatus Sahro 3 , Vina Maulidatul Cholisa 4 , Annisa Qomaria 5 1,2,3,4,5) Program Studi Ekonomi, Fakultas Sosial dan Humaniora, Universitas Nurul Jadid e-mail: rizkifebriekapradani11@gmail.com Abstrak Industri batik khas Kabupaten Situbondo ini diharapkan bisa lebih meluas lagi ke daerah-daerah lain di Kabupaten Situbondo sehingga meningkatkan PDRB Kabupaten Situbondo. Oleh sebab itu dibutuhkan SDM yang mampu menciptakan batik Khas Situbondo. Adapun tujuan dalam kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan modal pengetahuan masyarakat Desa Widoropayung terhadap batik Khas Situbondo serta meningkatkan keterampilan Masyarakat Desa Widoropayung dalam membatik berbasis potensi lokal Kabupaten Situbondo yang nantinya diharapkan dapat meningkatkan distribusi usaha batik Khas Situbondo. Sasaran masyarakat yang mengikuti pengabdian ini adalah masyarakat berjenis kelamin perempuan berusia 17-40 tahun. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pelatihan membatik ini ada lima tahapan : komunikasi, observasi, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi. Kegiatan ini diharapkan mampu membantu terciptanya ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Widoropayung dengan meningkatnya pendapatan masyarakat akibat dari terciptanya lapangan kerja baru dalam menopang perekonomian lokal. Kata kunci: Batik, UMKM, Potensi Lokal Abstract The batik industry typical of Situbondo Regency is expected to be able to expand even more to other areas in Situbondo Regency so as to increase Situbondo Regency's GRDP. Therefore, human resources are needed who are able to create typical Situbondo batik. The purpose of this service activity is to increase the knowledge capital of the Widoropayung Village community about Situbondo Typical batik and improve the skills of the Widoropayung Village Community in batik based on local potential of Situbondo Regency which is later expected to increase the distribution of Situbondo Typical batik businesses. The target community participating in this community service is women aged 17-40 years. The method used in this batik training service activity has five stages: communication, observation, planning, implementation, evaluation. This activity is expected to be able to help create a creative economy based on local potential which can later improve the welfare of the people of Widoropayung Village by increasing people's income as a result of creating new jobs to support the local economy. Keywords: Batik, UMKM, Local Potential PENDAHULUAN ASEAN Investment Report pada September 2022 merilis bahwa Indonesia memiliki Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terbanyak di kawasan ASEAN. Jumlah UMKM di Indonesia pada tahun 2021 mencapai sekitar 65,46 juta unit. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding negara- negara tetangga yang ada di kawasan ASEAN. Menurut (Juni Mulyati & Andayani, 2021) dalam penelitiannya menyatakan UMKM terhadap PDB sejak 2015 tercatat mencapai 61,41 persen, serapan terhadap tenaga kerja sebesar 96,71 persen, dan kontribusi di sektor ekspor non migas sebesar 15,73 persen. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka indeks produksi triwulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara keseluruhan di Indonesia mengalami peningkatan sejak tahun 2011. Hingga Triwulan I tahun 2017 angka produksi industri UMKM mencapai 141.800. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah Jawa Timur tersebar pada banyak sektor usaha, antara lain pertanian, industri, perdagangan, dan sebagainya. Salah satu kabupaten yang terdapat di Jawa Timur dan menyumbang angka UMKM yang tidak sedikit adalah Kabupaten Situbondo.