230 PENGUKURAN KOMPONEN-KOMPONEN MESIN BUBUT DENGAN MENGGUNAKAN METODE SCHLESINGER Slamet Riyadi (1) , Rochim Suratman (2) , dan Muki Satya Permana (3) Magister Teknik Mesin, Universitas Pasundan Bandung (1) email : 1978slamet@gmail.com (2) email : rochim_suratman@yahoo.com (3) email : mkpermana@yahoo.com ABSTRACT This Study aims to determine the operational feasibility of a machine tool through testing components based method lathe with Schlesinger, by taking objects on a lathe Tonk-Il is in a private company in the city of Bandung. The test includes measurement of the flatness of the bed, moved the motion alignment measurement head relative to the motion moved off the sledge, the measurement accuracy of the main spindle, the axis alignment measurement launchers outside the head off the sledge motion, precision spindle bearing carrier for Keming the press. Measurement of components lathe testing that can be done due to lack of measurement tools that can support the implementation of other measures. To memngetahui how irregularities after testing the characteristics on a lathe by using the method of Schlesinger. From the measurement results of the five types of testing that has been done shows that the lathe types of Tong-Il is in a private company in the city fit for use in accordance with the method of Schlesinger, in other words, has the capability and reliability to produce a product or workpiece with high accuracy. Keywords : Precision Machine Tool Geometry . I. PENDAHULUAN Mesin perkakas adalah mesin yang umum dipergunakan dalam industri. Mesin ini adalah mesin kerja yang dapat dipergunakan untuk memotong logam, kayu dan sebagainya dengan jalan menghilangkan sebagian benda kerja dengan mempergunakan pahat pemotong agar diperoleh hasil dengan ukuran yang diinginkan. Prinsip gerakan yang diberikan oleh mekanisme mesin di dalam proses pemotongan ini ialah gerakan potong dan gerakan makan. Faktor-faktor yang turut menentukan ketelitian hasil pengukuran adalah pemasangan pondasi yang benar, kesejajaran sumbu dengan sumbu yang berpotongan, pahat pemotong dan kondisi pemotongan, perlengkapan pemegang benda kerja, kualitas dari benda kerja yang dibubut dan keahlian operator untuk menghasilkan proses pemesinan yang tepat.Untuk menyakini bahwa suatu mesin perkakas masih mampu menghasilkan sebuah hasil proses pemesinan yang sesuai dengan toleransi awal, maka beberapa pemeriksaan atau pengetesan perlu dilakukan terhadap mesin-mesin tersebut. Pengetesan yang harus dilakukan adalah pemeriksaan toleransi geometri berupa pemeriksaan kerataan suatu permukaan, ketegaklurusan dari sumbu-sumbu yang berpotongan, kesejaran dan ketegaklurusan garis dengan garis atau suatu permukaan dengan permukaan yang lain. Dengan demikian, maka pengukuran geometris hanya berkaitan dengan ukuran, bentuk dan gerakan relatif dari suatu komponen terhadap komponen yang lain. Hal ini berpengaruh terhadap ketelitian kerja dari mesin tersebut. Pengetesan dimaksudkan untuk memeriksa ketelitian kerja mesin dan dilakukan dengan mengadakan pengukuran terhadap produk yang dihasilkan oleh mesin tersebut.Adapun pengamatan pada penelitian ini dengan cara melakukan pengukuran pada mesin bubut tipe Tong-Il. Pengukuran dilakukan pada komponen- komponen bed, spindle, tailstock, sumbu spindle dengan sumbu tailstock dan gerak kepala lepas. Prosedur pengukuran dilaksanakan berdasarkan uji chart (chart test) yang termuat dalam buku Testing Machines Tool karangan Dr. Georg Schlesinger dan dimuat pula dalam rekomendasi ISO no. R 230 (tentang test code), R 1708 (untuk mesin bubut). brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Jurnal Universitas Majalengka