Jurnal Viabel Pertanian Vol. 14 No. 1 Mei 2020 p-ISSN: 1978-5259 e-ISSN: 2527-3345 Copyright@UNISBA Blitar, http://ejournal.unisbablitar.ac.id/index.php/viabel Intan Fuji Arriani, Abdul Latief Abadi & Luqman Qurata Aini, 2020. Karakterisasi Bakteri Patogen Penyebab Layu Pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Journal Viabel Pertanian. (2020), 14(1)69-75 69 KARAKTERISASI BAKTERI PATOGEN PENYEBAB LAYU PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) 1) Intan Fuji Arriani, 2) Abdul Latief Abadi, 3) Luqman Qurata Aini Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Kota Malang, Jawa Timur 65145 Email : 1) Intanfuji485@gmail.com ABSTRACT Shallot (Allium ascalonicum L.) is one of the vegetable commodities in the form of tubers that have a high economic value. The development of shallot cultivation in Indonesia often experiences obstacles, one of which is an obstacle in the process of shallot cultivation, namely the attack of Plant Disturbing Organisms (OPT). Information about diseases caused by pathogenic bacteria is still very limited. This study aims to determine the symptoms and identification of pathogenic bacteria that cause wilt in shallots. Bacterial isolation was carried out using Nutrient Agar (NA) media and 36 bacterial isolates were collected from shallots. Bacterial isolates were then tested for pathogenicity to determine the ability of bacteria to cause wilt disease in shallots. The results of isolation obtained 10 bacterial isolates that can show symptoms on red onions namely wilted leaves, yellow and soft rotten tubers. Four isolates including positive can show hypersensitivity symptoms, namely M11, N20, N17 and N14. Based on the identification of bacteria in physiology showed 2 groups of different isolates. Biochemical test results of Isolate M11, N20 and show species suspected of B. cepacia. N3 and N14 isolates are suspected to be E. carotavora subsp. carotavora. The bacterial isolates N7, N17, P5 and P7 were suspected to be E. carotavora subsp. betavasculorum. The isolate of N4 bacteria is suspected to be E. cacticida. Keywords : Wilt, soft rot, B. cepacia, B. seminalis, E. carotavora subsp. carotavora, E. carotavora subsp. betavasculorumand E. cacticida. PENDAHULUAN Bawang merah (Allium ascalonicumL.) merupakan salah satu komoditas sayuran berupa umbi yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Di Indonesia sentra produksi bawang merah pada periode 2010-2014 yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat dan Nusa Tenggara Barat. Empat sentra produksi tersebut memiliki kontribusi sebesar 86,24 % terhadap rata-rata produksi bawang merah di Indonesia (Kementrian Pertanian, 2015). Pengembangan budidaya bawang merah di Indonesia sering kali mengalami kendala, salah satu yang menjadi kendala dalam proses budidaya bawang merah yaitu serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). Sejauh ini penelitian penyakit bawang merah yang disebabkan oleh jamur dan virus telahbanyakdilaporkan, namun informasi mengenai penyakit yang disebabkan oleh bakteri pathogen masih sangat terbatas. Beberapa jenis bakteri pathogen dapat menimbulkan penyakit pada tanaman. Bakteri yang pernah dilaporkan menyerang tanaman bawang merah di Indonesia adalah Pseudomonas allicola yang menyebabkan busuk bakteri di Jawa. Bawang merah yang dibudidayakan di Jawa dan Sumatra terinfeksi oleh Pectobacterium carotovorum (syn.Erwinia carotovora) yang menyebabkan busuk lunak. Di Jawa dan Sumatera dikenal sebagai busuk umbi yang disebabkan oleh bakteri Erwinia carotavorapv. carotavora. Infeksi bakteri tersebut dapat