1 Seminar Keinsinyuran 2022 ISSN (Cetak) 2798-0405 eISSN (Online) 2797-1775 B-181 Penanganan Permasalahan Banjir di Kota Semarang Uqud Adyat Ade Wijaya 1 , Diding Suhardi 2 , 1,2 Program Profesi Insinyur, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Kontak Person: Uqud Adyat Ade Wijaya, S.T. Jl. Raya Tlogomas 246 Malang E-mail: adyat89@gmail.com Abstrak Drainase perkotaan adalah sistem drainase di suatu kawasan perkotaan dengan fungsi pengendalian kelebihan air permukaan, tanpa mempengaruhi masyarakat dan bermanfaat bagi aktivitas manusia. Seperti kota-kota pesisir lainnya khususnya di wilayah Indonesia, sebagian wilayah Kota Semarang mempunyai potensi masalah berupa bencana banjir, yaitu banjir musiman yang dapat terjadi disetiap musim penghujan ataupun bencana banjir harian yang diakibatkan oleh gelombang pasang. Bencana banjir adalah suatu dilema dan suatu kehartusan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat, atau istilah umum bagi semua pemangku kepentingan. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan studi lebih lanjut tentang pengendalian banjir dan suatu cara terbaik untuk mengatasinya.. Kata kunci: banjir, rob, drainase, penanganan 1. Pendahuluan Ketinggian dasar saluran yang lebih rendah dari ketinggian dasar pantai, hal ini dapat menyebabkan pengendapan dan pendangkalan yang parah. Sebagian besar sistem drainase utama yang ada tidak memiliki batas yang jelas dan belum diberlakukan, mempersulit upaya untuk mengelola dan memantau konstruksi ilegal di sepanjang tepi sungai, dan biaya pemukiman kembali. kepadatan penduduk yang sangat tinggi pada saat normalisasi sungai yang bersangkutan. Situasi saluran drainase kecil juga mengkhawatirkan. Kapasitas saluran semakin hari semakin berkurang akibat sedimentasi, limbah dan kurangnya perawatan. Tak heran jika selama ini masalah banjir merupakan masalah yang belum bisa teratasi dan banjir masih melanda saat musim hujan. Bahkan beberapa daerah terdapat genangan permanen akibat gelombang pasang. Hal ini tidak akan terlaksana jika penataan drainase perkotaan tidak dapat dialokasikan sesuai fungsinya. Berdasarkan kejadian hal tersebut, untuk itu diperlukan kegiatan sebuah penelitian lebih lanjut mengenai pengendalian banjir dan untuk tahu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan banjir tersebut. Dengan keterbatasan masalah meliputi lokasi di kota Semarang. Diharapkan ada solusi setelah adanya penelitian terhadap banjir rutinyang biasa terjadi. 2. Metode penelitian Penelitian yang di lakukan menggunakan 2 metode data yang dikumpulkan. Dengan cara teknikkumpulan data primer meliputi: 1. Wawancara, dengan menggunakan metode tanya jawab, dan dilakukan dengan tujuan untuk melengkapi data lapangan. 2. Pendokumentasian, mengumpulkan foto-foto kerusakan yang terlihat di permukaan jalan untuk mendukung penelitian teoritis. Sementara itu, pengumpulan data sekunder dilakukan dengan menggunakan penelitian kepustakaan dengan mencari artikel-artikel di media dan dunia maya yang berkaitan dengan drainase dan pengendalian banjir khususnya di kota Semarang.