Seminar Keinsinyuran 2022 ISSN (Cetak) 2798-0405 eISSN (Online) 2797-1775 B-105 Analisis Keekonomian Sumur X Lapangan Minyak Tua Y di Kabupaten Blora Yusmanto 1 , Diding Suhardi 2 , 1 Politeknik Energi dan Mineral Akamigas, Cepu 2 Program Profesi Insinyur, Universitas Muhammadiyah Malang, Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Kontak Person: Yusmanto Jl. Raya Tlogomas 246 Malang E-mail: yusmanto1981@esdm.go.id Abstrak Diwilayah Kabupaten Blora terdapat 13 lapangan minyak tua yang sudah ditinggalkan. Sebagian besar lapangan minyak tersebut belum dikelola secara optimal, sehingga belum memberikan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah maupun bagi masyarakat sekitar lokasi lapangan tersebut. Dalam memproduksikan pada sumur minyak tua ada 2 metode yang dapat digunakan yaitu metode tradisional dengan tenaga penarik mesin dan metode tradisional dengan tenaga penarik manusia. Paling layak untuk digunakan adalah metode tradisonal dengan tenaga menarik mesin. Sumur X Lapangan minyak tua Y terletak di kecamatan Jepon Kabupatenm Blora yang menjadi studi penelitian. Penghitungan keekonomian didasari dengan menggunakan data-data yang ada dilapangan diantaranya yaitu data inisial oil in place (IOIP) yang diperoleh sebesar 2.342.805,56 m 3 , Recoverable Reserve sebesar 835.210 m 3 . Biaya Invetasi yang harus dikeluarkan pada permulaan sebesar Rp. 350.000.000,00 dan biaya harian yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 2.520.000, 00. Biaya ganti ongkos angkat dan angkut yang diberikan oleh pertamina pada bulan Februari 2022 sebesar Rp. 4.200. Berdasarkan penghitungan cadangan lapangan minyak tua Y memiliki sisa cadangan yaitu 4,66 MMSTB. Dalam analisi keekonomian sumur POT selama 4,3 bulan, NPV sebesar Rp. 1.357.123.429,00, PIR sebesar 2,9 dan ROR sebesar 127 %. Kata kunci: maksimal 5 kata kunci dalam makalah 1. Pendahuluan Pemerintah telah menargetkan produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel oil per day (BOPD) di tahun 2030, untuk mencapai target produksi tersebut maka salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan reaktivasi lapangan-lapangan minyak sumur tua yang telah lama ditinggalkan karena dinilai sudah tidak ekonomis jika dikerjakan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) [1]. Pengertian Sumur Minyak Tua berdasarkan Peraturan Menteri Enegi dan Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) nomor 1 tahun 2008 tentang pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua [2], [3], adalah sumur-sumur Minyak Bumi yang dibor sebelum tahun 1970 dan pernah diproduksikan serta terletak pada lapangan yang tidak diusahakan pada suatu Wilayah Kerja yang terikat Kontrak Kerja Sama dan tidak diusahakan lagi oleh Kontraktor. Diwilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Blora (Pemda Blora) terdapat 13 lapangan minyak tua dan sekitar 425 sumur tua minyak bumi yang sudah ditinggalkan [4]. Terdapat tiga lapangan minyak yang masih diproduksikan secara aktif oleh PT Pertamina Persero dan masyarakat yaitu: lapangan minyak Ledok, lapangan minyak Nglobo dan lapangan minyak Semanggi [5]. Sumur minyak tua yang ada tersebut jika pengelolaannya dilakukan secara tradisional oleh masyarakat sekitar sumur tua dengan di koordinasikan oleh badan usaha milik daerah (BUMD) ataupun oleh koperasi unit desa (KUD) di sekitar lapangan minyak sumur tua tersebut berada, kemungkinan masih bisa bernilai ekonomis [6]. Jika di Kelola oleh BUMD atau KUD dengan baik keberadaan sumur minyak tua juga bisa menjadi salah satu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Maka dari latar belakang yang ada penulis mencoba menghitung tingkat keekonomisan dan dampak dari hasil tambang yang ada. Sehingga diharapkan mempunyai nilai tambah dan jumlah produksi minyak yang dapat mencukupi dan membantu target dari pemerintah. Pada penelitian fokus pada Analisa investasi dan biaya balik modal serta nilai keuntungan yang dapat diperoleh dari sumur lapangan X dengan kondisi operasi yang ada.