Metafora (Jurnal Lintas Disiplin Studi Metafora) Vol.1, No.1, Januari 2022, Hlm. 73—91 ISSN: 2810-0603 Metafora Klub Sepak Bola (Sebuah Studi Permulaan) Icuk Prayogi 1 , Siswanto PHM 1 , Zainal Arifin 1 1 Universitas PGRI Semarang icukprayogi@upgris.ac.id ABSTRAK Artikel sederhana ini mendeskripsikan apa saja metafora yang sering melekat pada klub sepak bola. Teori yang digunakan adalah teori klasik metafora konseptual Lakoff dan Johnson (1980). Metode penyediaan data yang diterapkan adalah mengambil dari korpus bahasa Indonesia Universitas Leipzig Jerman dan dilengkapi dengan pencarian menggunakan kata kunci tertentu di Google. Dari data yang tersedia didapatkan metafora yang mengambil domain orientasional, baik vertikal maupun horizontal, serta metafora lain semacam metafora tentang menang, kalah, imbang, hingga strategi. Diterima: 16 Januari 2022 Revisi: 19 Januari 2022 Dipublikasikan: 20 Januari 2022 Kata kunci: metafora konseptual, klub sepak bola, horizontal, vertikal, dinamika klub PENDAHULUAN Sepak bola adalah bagian dari budaya populer modern, termasuk bagi masyarakat Indonesia. Karena merupakan budaya yang modern, sepak bola tentu mempunyai leksikon khas yang awalnya meminjam bidang-bidang lain, termasuk di dalamnya dengan cara yang metaforis. Artinya, sepak bola menggunakan peristilahan bidang lain yang sekiranya dapat membahasakan apa pun dalam sepak bola dengan lugas dan mudah dipahami. Peristilahan tersebut digunakan secara luas baik sepak bola pada level olahraga semata maupun olahraga prestasi. Pada olahraga prestasi, sepak bola dimainkan pada tingkat antarwilayah, antarnegara, hingga klub. Adapun pertandingan antarklub berlangsung hampir setiap hari di seluruh negara. Siapa pun bisa mengakses laman livescore.com guna mengecek skor sementara, jadwal, maupun hasil pertandingan antarklub yang resmi di seluruh dunia. Namun demikian, tidak semua orang memahami apa yang dimaksud dengan klub sepak bola. Dugaan awal dimulai dari kajian Prayogi (2013) yang menuliskan tujuh domain sumber metafora, yakni peperangan, perkelahian, perburuan, kejahatan, kunjungan, kerajaan, dan perjalanan.