Tsaqôfah: Jurnal Agama dan Budaya 17 PENDEKATAN SEMIOTIKA UNTUK PENULISAN SEJARAH: BEBERAPA KEMUNGKINAN Angga Pusaka Hidayat, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten angga.pusaka@uinbanten.ac.id. Abstract Historical writing is growing in terms of themes, objects of study, sources, methods, and methodologies. The presence of novelty in historical writing demands a relatively new approach. Writing history as a representation of a series of historical research processes is actually the fruit of the process of interpreting all traces/evidence that has arrived at historians. The growing use of visual sources among historians simultaneously requires that historians have the tools to interpret these sources. Approach that can be used in interpreting this visual source is the semiotic approach. Concepts in semiotics, inter alia, the bilateral concept of sign: signifier and signified and denotation- connotation are very useful to be used as analytical tools and help develop explanations. The development of the history of appearance has also become another way for the use of a semiotic approach in historical writing. The dimension of semiotics is expected to be able to further confirm the nature of history in interpreting, explanating and understanding. Keywords: Semiotic, Historical writing, Interpretation, Explanation Abstrak Penulisan sejarah semakin berkembang secara tema, objek kajian, sumber, metode, maupun metodologi. Hadirnya kebaruan dalam penulisan sejarah menuntut pendekatan yang juga relatif baru. Penulisan sejarah sebagai representasi dari serangkaian proses penelitian sejarah sejatinya merupakan buah dari proses penafsiran atas segala jejak/bukti yang sampai pada sejarawan. Penggunaan sumber visual yang semakin berkembang di kalangan sejarawan secara bersamaan mengharuskan sejarawan memiliki perangkat untuk menafsirkan sumber tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam menginterpretasi sumber visual ini adalah pendekatan semiotika. Konsep dalam semiotika, antara lain, konsep bilateral petanda-penanda dan denotasi-konotasi sangat berguna untuk digunakan sebagai alat anlisis dan membantu menyusun eksplanasi. Berkembangnya sejarah penampilan pun menjadi jalan lain untuk penggunaan pendekatan semiotika dalam penulisan sejarah. Dimensi semiotika diharapkan mampu untuk semakin meneguhkan hakikat sejarah dalam menafsirkan, menjelaskan, dan mengerti. Kata Kunci: Semiotika, Penulisan Sejarah, Interpretasi, Eksplanasi A. PENDAHULUAN Sejarawan “generasi baru” 1 dituntut untuk memulai jenis pertanyaan baru tentang masa lampau, memilih objek penelitian baru, sehingga dituntut pula 1 Jika mengacu pada fase penulisan historiografi modern Indonesia yang diusulkan Suryo (2009: 7-8), untuk kasus Indonesai, generasi baru yang dimaksud adalah generai ketiga dan keempat sejarawan. Mereka yang berkiprah pada periode 1990-an sampai sekarang.