Fars Int J Edu Soc Sci Hum 1(1); 2022; Publishing centre of Finland 26 AUGMENTED REALITY PADA SMARTPHONE UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MENGURANGI KECEMASAN MATEMATIKA https://doi.org/10.5281/zenodo.7043045 Angga Hidayat Lia Asmalah Universitas Pamulang Jl. Surya Kencana No. 1 Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan bukti empiris mengenai perbedaan motivasi belajar dan kecemasan matematika antara siswa yang belajar dengan augmented reality dan siswa yang belajar tanpa menggunakan augmented reality. Sampel dalam penelitian ini adalah 374 siswa yang berasal dari 5 sekolah menengah pertama di Bogor. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Peneliti datang ke 5 sekolah dengan memberikan pre-test, kemudian memberikan materi ajar. Kelompok eksperimen diajar dengan menggunakan augmented reality pada materi ajar bangun ruang. Sedangkan kelas kontrol diajar dengan metode konvensional pada materi ajar bangun ruang. Setelah materi bangun ajar selesai diberikan, peneliti memberikan post-test pada kedua kelompok tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah siswa yang menggunakan augmented reality menunjukan motivasi belajar lebih tinggi daripada siswa yang tidak menggunakan augmented reality. Selain itu, kecemasan matematika lebih rendah ditunjukan oleh siswa yang menggunakan augmented reality pada materi ajar bangun ruang dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan augmented reality. Keywords: augmented reality, motivasi belajar, kecemasan matematika Received: 02-09-2022 Accepted: 18-09-2022 Published: 22-09-2022 About: FARS Publishers has been established with the aim of spreading quality scientific information to the research community throughout the universe. Open Access process eliminates the barriers associated with the older publication models, thus matching up with the rapidity of the twenty-first century. PENDAHULUAN Pendidik, baik guru dan dosen, merupakan figur penting dalam dunia pendidikan karena pendidik adalah orang yang secara langsung berinteraksi dengan peserta didik, baik siswa maupun mahasiswa. Pendidik memiliki peranan vital dalam mengembangkan kualitas pendidikan, tetapi dalam kenyataannya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh para pendidik untuk mencapai tujuannya agar kualitas yang diingkan dapat tercapai. Salah satu tantangan yang perlu dihadapi adalah kecemasan belajar yang dirasakan peserta didik, khusunya mata pelajaran yang relatif sulit dipelajari seperti matematika. Kecemasan belajar ini yang menjadi kunci agar keberhasilan belajar dapat tercapai. Kecemasan merupakan faktor internal yang mempengaruhi hasil belajar (Hidayat, 2017). Selain mempengaruhi hasil belajar, kecemasan juga mempengaruhi motivasi belajar (Yanti, Erlamsyah , Zikra & Ardi, 2013). Motivasi belajar sangat perlu ditumbuhkan pada peserta didik agar target belajar dapat dicapai seperti yang diharapkan pendidik. Dengan kata lain, pendidik perlu mengkondisikan proses pembelajaran sehingga peserta didik tidak merasa cemas yang berlebihan saat sedang belajar dan bisa termotivasi lebih jauh untuk belajar agar tidak ada rasa terpaksa dalam mempelajari materi ajar di sekolah. Hal ini menjadi sangat penting agar peserta didik menjadi a lifelong learner. Volume-1| Issue-1| 2022 Research Article