Buletin Veteriner Udayana Volume 15 No. 5: 905-914 pISSN: 2085-2495; eISSN: 2477-2712 Oktober 2023 Online pada: http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet https://doi.org/10.24843/bulvet.2023.v15.i05.p26 Terakreditasi Nasional Sinta 4, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi No. 158/E/KPT/2021 905 Tingkat Penerapan Biosekuriti pada Peternakan Ayam Broiler di Kota Palangka Raya (THE LEVEL OF APPLICATION OF BIOSECURITY IN BROILER FARMS IN THE CITY OF PALANGKA RAYA) Ardi Sandriya 1* , Heri Sujoko 1 , Satrio Wibowo 1 , Lisnawaty Silitonga 1 , Iis Yuanita 1 , Nopita Aritonang 2 1 Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia; 2 Mahasiswa Sarjana Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya, Jl. Yos Sudarso, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Indonesia. *Corresponding author email: ardisandriya@pet.upr.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penerapan biosekuriti yang dilakukan oleh para peternak ayam broiler di kota Palangka Raya. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) menggunakan metode survey dan pemilihan lokasi dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kedekatan, keterjangkauan, dan jumlah peternak ayam broiler terbanyak di wilayah tersebut. Koresponden yang diambil sebanyak 17 peternakan ayam broiler, pengelola peternakan diwawancarai dan dilakukan observasi penerapan biosekuriti pada peternakannya. Variabel penelitian ini adalah penerapan biosekuriti isolasi, penerapan biosekuriti pengendalian lalu lintas; dan penerapan biosekuriti sanitasi kandang dan lingkungan. Analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif, dengan penilaian kategori penerapan biosekuriti dibagi menjadi 3 yaitu baik: > ̅ + , cukup: ̅ −  <  ≤ ̅ + , dan kurang:  ≤ ̅ − . Hasil penelitian menunjukan karakteristik peternak ayam broiler di kota Palngka Raya sangat beragam, dapat diamati dari pendidikan, pengalaman berternak, dan jumlah ternak tiap periode produksi. Penerapan biosekuriti isolasi dalam kategori kurang sebanyak 3 peternakan (18%), cukup 4 peternakan (82%), baik 0 peternakan (0%). Penerapan sanitasi kandang tergolong kurang 4 peternakan (24%), cukup 8 peternakan (47%), baik 5 peternakan (29%). Penerapan biosekuriti pengendalian lalu lintas termasuk kategori kurang 3 peternakan (18%), cukup 10 peternakan (58%), baik 4 peternakan (24%). Disimpulkan bahwa penerapan keseluruhan biosekuriti di Kota Palangka Raya tergolong dalam kategori cukup. Perlu adanya peningkatan penerapan biosekuriti untuk mencegah masuk dan keluarnya penyakit dalam suatu peternakan. Kata kunci: Ayam broiler; biosekuriti; isolasi; lalu lintas ternak; sanitasi kandang Abstract This study aims to determine the implementation of the application of biosecurity carried out by broiler breeders in the city of Palangka Raya. This research is field research using a survey method and location selection was carried out by purposive sampling taking into account proximity, affordability, and the largest number of broiler breeders in the area. This research was conducted in 17 broiler chicken coops, the coop managers were interviewed and the coops were the object of observation for the application of biosecurity. The variables of this study are the application of biosecurity isolation, the application of biosecurity in controlling the traffic of people, livestock, and vehicles; as well as the application of cage sanitation and environmental biosecurity. The data analysis used was descriptive statistical