Prosiding Seminar Hasil Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNIPMA 2017 | 75 DAMPAK PENAMBANGAN EMAS TERHADAP VEGETASI, KANDUNGAN MERKURI TANAMAN OBAT DUSUN MESU WONOGIRI Arum Suproborini 1) ,Mochamad Soeprijadi Djoko Laksana 2) , Dwi Fitri Yudiantoro 3) 1,2,3 Fakultas Ilmu Kesehatan dan Sains,UNIPMA Email: 1 arum@unipma.ac.id; 2. soeprijadi@unipma.ac.id; 3 d_fitri4012@yahoo.com Abstrak Aktifitas penambangan emas rakyat mengakibatkan pencemaran merkuri yang berdampak pada lingkungan dan vegetasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak penambangan emas rakyat terhadap struktur komposisi vegetasi dan kandungan merkuri pada tanaman obat di Dusun Mesu Jatiroto Wonogiri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Tingkat keasaman tanah diukur dengan menggunakan Soil Tester. Kadar merkuri tanah diukur dengan menggunakan Mercury Survey Meter.Kandungan merkuri air dianalisa menggunakan Mercury Analyzer. Pengambilan sampel tanaman menggunakan metodePurposive Random Sampling, analisa kandungan merkuri (Hg) pada tanaman menggunakan metode X Ray Flourecences (XRF). Struktur komunitas vegetasi dianalisis dengan menghitung nilai indeks diversitas Shannon-Wienner (H 1 ), frekuensi, kerapatan, dominansi, dan indeks nilai penting (INP) menggunakan rumus Muller-Dombois dan Ellenberg.Indeks keseragaman (E), dan Indeks dominansi (C)dianalisa menggunakan rumus Ludwig and Reynolds.Berdasarlkan hasil penelitian ada 6 spesies tanaman obat dengan jumlah individu sebanyak 144 individu. Tingkat keasaman tanah berkisar 4-6,8. Kandungan merkuri tanah berkisar 0,001 – 0,044 mg/ m 3 . Kandungan merkuri tanaman berkisar < 1 – 149 ppm. Kandungan merkuri air berkisar < 0,06 – 8,63 µg / L. Indeks keanekagaman (H 1 ) berkisar 0,56233 – 0,86759. Indeks keseragaman (E) berkisar 0,12380 – 0,24422. Indeks dominansi ( C) berkisar 0,00692 – 0,16653. Kata kunci : tanaman obat, merkuri, mesu PENDAHULUAN Kegiatan penambangan emas sangat potensial menimbulkan dampak pada tanah dan badan air serta tidak menguntungkan bagi lahan pertanian dan vegetasi yang ada. Menurut Peraturan Menteri ESDM No. 43 Tahun 2015 yang dimaksud dengan pertambangan adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batu bara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Kawasan penambangan emas rakyat yang terletak di Dusun Mesu Desa Boto Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri merupakan penambangan emas rakyat yang dikelola secara tradisional. Kegiatan penambangan di lokasi tersebut sudah berlangsung sejak tahun 1973 sampai sekarang. Pada tahun 2012 kegiatan pengolahan emas berpindah dilakukan di rumah para penambang. Kegiatan ini mengakibatkan pencemaran merkuri yang terlibat dalam proses amalgamasi menjadi meluas. Pencemaran merkuri pada tanah dapat terjadi ketika sebagian merkuri yang digunakan sebagai bahan pengikat unsur emas terbuang bersama air limbah pencucian ke lokasi pembuangan, baik di tanah maupun di air sungai (Juliawan, 2005). Merkuri yang telah mencemari permukaan tanah, merkuri dapat menguap, tersapu air hujan dan akan masuk ke dalam tanah. Merkuri yang masuk ke dalam tanah kemudian mengendap (terendapkan) sebagaizat kimia yang beracun di tanah. Zat beracun ditanah tersebut dapat berdampak langsung pada manusia ketika bersentuhan langsung atau dapat mencemari air tanah dan udara (Anonim dalam Irsyad, dkk., 2014), dan dapat masuk ke dalam jaringan tanaman. Hal ini dapat dilihat dari adanya beberapa tanaman yang mengering di kawasan tercemar terutama di sekitar tailing. Tanaman yang mengalami klorosis dan kemudian mengering lalu mati merupakan indikasi bahwa kawasan tersebut telah tercemar merkuri (Suproborini, A., 2017). Sehingga akan berdampak pada struktur dan komposisi vegetasi yang tumbuh di atasnya. Vegetasi menurut Maarel (2005) didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari sekelompok besar tumbuhan yang tumbuh dan menghuni suatu wilayah.Struktur vegetasi merupakan komponen penyusun vegetasi itu sendiri.Struktur vegetasi disusun oleh tumbuh-tumbuhan baik berupa pohon, pancang, tiang,liana, epifit, maupun tumbuhan bawah(Irwanto, 2007). Komposisi jenis tumbuhan merupakan daftar floristik dari jenis tumbuhan yang ada dalam suatu komunitas (Fachrul,