Alfionita, et al, Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Remaja… e-Journal Pustaka Kesehatan, vol. 11 (no.2), Mei 2023 92 Hubungan Sedentary Lifestyle dengan Status Gizi Remaja pada Masa Pandemi Covid-19 di SMPN 14 (Correlation between Sedentary Lifestyle and Nutritional Status of Adolescents during the Covid-19 Pandemic at SMPN 14 Jember) Nabila Alfionita, Lantin Sulistyorini, Eka Afdi Septiyono Fakultas Keperawatan, Universitas Jember Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember e-mail: nabilaalfionita99@gmail.com Abstract More nutritional status occurs because of an imbalance between energy intake and energy expenditure. High energy intake is the result of excessive food consumption, while low energy expenditure is the result of a lack of physical activity. The sedentary lifestyle has increased during the Covid-19 Pandemic. Sedentary lifestyle triggers the risk of overweight and obesity in adolescents. This research uses an analytic observational design with a cross-sectional approach which aims to determine the relationship between sedentary lifestyle and nutritional status of adolescents. Respondents in this study were adolescents aged 13-15 years. The number of samples was 70 respondents used purposive sampling technique. The instrument used was the Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) and measurement of nutritional status using standard anthropometric z-score tables to assess nutritional status in children aged 5-18 years. This study obtained the results of the Spearman rank test, obtained a p-value of 0.000 (<0.05) and a correlation coefficient of 0.470, which means that there is a significant and unidirectional relationship with moderate strength between the sedentary lifestyle and the nutritional status of adolescents. It can be concluded that with increasing sedentary lifestyle, nutritional status will also increase. Sedentary lifestyle is a factor associated with overweight status because low physical activity causes fat accumulation due to not burning calories. Keywords: sedentary lifestyle, over nutrition status, nutrition status, adolescents Abstrak Status gizi lebih terjadi karena ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Asupan energi yang tinggi adalah hasil dari konsumsi makanan yang berlebihan, sedangkan pengeluaran energi yang rendah adalah hasil dari kurangnya aktivitas fisik. Gaya hidup sedentary semakin meningkat saat Pandemi Covid-19. Gaya hidup sedentary memicu risiko kelebihan berat badan dan obesitas pada remaja. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan gaya hidup sedentari dengan status gizi remaja. Responden dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13-15 tahun. Jumlah sampel sebanyak 70 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ) dan pengukuran status gizi menggunakan tabel z-score standar antropometri untuk menilai status gizi pada anak usia 5-18 tahun. Penelitian ini memperoleh hasil uji rank spearman diperoleh p-value 0,000 (<0,05) dan koefisien korelasi 0,470 yang artinya ada hubungan yang signifikan dan searah dengan kekuatan sedang antara gaya hidup sedentary dengan status gizi remaja. Dapat disimpulkan bahwa dengan meningkatnya gaya hidup sedentary maka status gizi juga akan meningkat. Sedentary lifestyle merupakan faktor yang berhubungan dengan status overweight karena aktivitas fisik yang rendah menyebabkan penumpukan lemak akibat tidak terbakarnya kalori. Kata kunci: sedentary lifestyle, status gizi lebih, status gizi, remaja