JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), Juli 2022, 687-691 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat universitas Batanghari Jambi ISSN 1411-8939 (Online), ISSN 2549-4236 (Print) DOI 10.33087/jiubj.v22i2.1840 687 Hubungan Pendidikan, Pola Asuh Orang Tua dan Status Gizi dengan Perkembangan Bahasa Anak Usia Prasekolah di Paud Wilayah Pemulutan Selatan Tahun 2021 Lopiyanah, Helni Anggraini, Rizki Amalia Universitas Kader Bangsa Palembang Correspondence email: yanahlopi00@gmail.com Abstrak. Perkembangan anak berkembang begitu pesat. Anak usia dini adalah anak yang sedang mengalami masa kanak-kanak awal, yaitu yang berusia antara 2 sampai 6 tahun yang akan ditumbuhkan kemampuan emosinya agar setelah dewasa nanti berkemungkinan besar untuk memiliki kecerdasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Pendidikan, Pola Asuh Orang Tua dan Status Gizi Pada Anak dengan Perkembangan Bahasa Anak Usia Prasekolah di PAUD Wilayah Pemulutan Selatan Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2021. Desain penelitian ini bersifat Survey Analitik dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalahsemua orang tua yang mempunyai anak bersekolah di Paud Sungai Lebung Ulu 24 orang,Paud Sungai Lebung 49 orang dan Paud Naikan Tembakang (NTB) 29 orang yang berjumlah 102 orang dan jumlah sampel sebanyak 50 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Proportional Random Sampling dengan cara undian. Analisis data menggunakan uji statistik chi square dengan nilai α 0,05. Hasil uji chi square didapatkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan p value = 0,035, pola asuh orang tua p value = 0,002 dan status gizi = 0,004 dengan perkembangan bahasa anak usia prasekolah. Bidan diharapkan meningkatkan pengetahuan kepada orang tua tentang perkembangan anak usia prasekolah untuk lebih meningkatkan stimulasi terhadap anak khususnya meningkatkan perkembangan bahasanya. Kata kunci: Pendidikan; Pola Asuh; Status Gizi dan Perkembangan Bahasa Anak Abstract. Child development develops so rapidly. Early childhood is a child who is experiencing early childhood, namely those aged between 2 to 6 years whose emotional abilities will be grown so that after adulthood they are more likely to have intelligence. This study aims to determine the relationship between Education, Parenting Patterns and Nutritional Status in Children with Language Development of Preschool Age Children in PAUD South Pemulutan Region, Ogan Ilir Regency in 2021. The design of this study was an analytical survey using a cross sectional research design. The population in this study were all parents who had children attending PAud Sungai Lebung Ulu 24 people, Paud Sungai Lebung 49 people and Paud Naikan Bakarg (NTB) 29 people, totaling 102 people and the number of samples was 50 respondents. The sampling technique used is Proportional Random Sampling by lottery. Data analysis used chi square statistical test with a value of 0.05. The results of the chi square test showed that there was a significant relationship between education, p value = 0.035, parenting patterns, p value = 0.002 and nutritional status = 0.004 with the language development of preschool-aged children. Midwives are expected to increase knowledge to parents about the development of preschool age children to further increase stimulation of children, especially to improve their language development. Keywords: Education; Parenting; Nutritional Status and Language Development of Children PENDAHULUAN World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2015 anak balita menderita disfungsi otak minor 15%-20%, sehingga anak kelak di kemudian hari mempunyai kualitas otak sekitar 80%-85% (Yuniarti, 2016). Menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menunjukkan bahwa cakupan pelayanan kesehatan balita dalam deteksi dini tumbuh kembang balita di Indonesia berdasarkan perkembangan motorik kasar sebesar 97,8%, perkembangan motorik halus sebesar 64,6%, perkembangan perilaku sosial sebesar 69,9% dan perkembangan bahasa sebesar 95,2%, adapun total indeks perkembangan sebesar 88,3%, hal ini mengalami kenaikan daripada tahun 2013 sebesar 78,11%, balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang pada tahun 2018 sebesar 11,7% sedangkan pada tahun 2013 sebesar 45,7% (Kemenkes RI, 2018). Kementerian Kesehatan RI tahun 2016 telah membuat alat ukur untuk memantau perkembangan balita tersebut yaitu Pra Kuesioner Skrining Perkembangan (KPSP). Periode tumbuh kembang balita dibagi menjadi beberapa masa sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 66 Tahun 2014. Pertumbuhan dan perkembangan selayaknya harus terus dipantau oleh orang terdekat dari balita. Pada masa balita sering dikatakan sebagai masa kritis dalam rangka mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk pertumbuhan dan perkembangan otak yang optimal (Setiyaningrum, 2017). Sementara itu Provinsi Sumatera Selatan tahun 2019 cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita adalah 89,33% dan yang mengalami gangguan sebesar 32,6%, adapun Kabupaten Ogan Ilir cakupan deteksi dini tumbuh kembang balita adalah 98,2% dan yang mengalami gangguan sebesar 32,3%. Berdasarkan Survei awal yang dilakukan peneliti jumlah anak yang bersekolan pada tahun 2021 berusia 3-5 tahun di PAUD