JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 22(2), Juli 2022, 668-674 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat universitas Batanghari Jambi ISSN 1411-8939 (Online), ISSN 2549-4236 (Print) DOI 10.33087/jiubj.v22i2.1826 668 Hubungan Gravida, Jarak Kehamilan Dan Status Gizi Dengan Kejadian Hiperemesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I Meika Risdayanti BR Ginting*, Helni Anggraini, Erma Puspita Sari Universitas Kader Bangsa Palembang *Correspondence email: meikarisdayanti28@gmail.com Abstrak. Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada wanita hamil yang terjadi sangat hebat sehingga mengganggu pekerjaan. Penelitian ini dilakukan di RSIA Amanna Baturaja yang bertujuan untuk mengetahui hubungan gravida, jarak kehamilan dan status gizi terhadap kejadian Hiperemesis Gravidarum. Desain penelitian ini menggunakan metode survey analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasinya semua ibu hamil Trimester 1 yang memeriksakan kehamilannya di RSIA Amanna Baturaja tahun 2020 yaitu berjumlah 232 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, besar sampel 70 responden. Analisis data dengan menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan primigravida (pvalue 0,017), jarak kehamilan (pvalue = 0,041), dan status gizi dengan kejadian hiperemesis gravidarum (pvalue 0,040). Hal ini menunjukan ada hubungan bermakna antara status gizi dengan kejadian hiperemesis gravidarum. Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara gravida, jarak kehamilan dan status gizi dengan kejadian Hiperemesis Gravidarum di RSIA Amanna di Baturaja Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU Tahun 2020. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil untuk mencegah terjadinya hiperemesis gravidarum. Kata kunci: Hiperemesis Gravidarum; Gravida; Jarak Kehamilan; Status Gizi Abstract. Hyperemesis gravidarum is excessive nausea and vomiting in pregnant women that is so severe that it interferes with work. This research was conducted at RSIA Amanna Baturaja which aims to determine the relationship of gravida, gestational interval and nutritional status to the incidence of Hyperemesis Gravidarum. The design of this study used a quantitative analytic survey method with a cross sectional approach. The population is all 1st trimester pregnant women who checked their pregnancy at RSIA Amanna Baturaja in 2020, which amounted to 232 respondents. Sampling using random sampling technique, the sample size is 70 respondents. Data analysis using the chi square test with a significance level of = 0.05. The results showed that there was a relationship between primigravida (p-value 0.017), gestational interval (p-value = 0.041), and nutritional status with the incidence of hyperemesis gravidarum (p-value 0.040). This shows that there is a significant relationship between nutritional status and the incidence of hyperemesis gravidarum. The conclusion is that there is a significant relationship between gravida, pregnancy distance and nutritional status with the incidence of Hyperemesis Gravidarum at Amanna Hospital in Baturaja, East Baturaja District, OKU Regency in 2020. The results of this study can be used as a reference to improve the quality of health services for pregnant women to prevent hyperemesis gravidarum. Keywords: Hyperemesis Gravidarum; Gravida; Pregnancy Distance; Nutritional Status PENDAHULUAN Menurut World Health Organization (WHO) sebagai badan perserikatan bangsa-bangsa (PBB) yang menangani masalah bidang kesehatan, mengatakan bahwa angka kejadian hiperemesis gravidarum terjadi di seluruh dunia, di antaranya negara-negara benua Amerika dengan angka kejadian yang beragam yaitu mulai 0,5-2%, sebanyak 0,3% di Swedia, 0,5% di California, 0,8% di Canada, 10,8% di China, 0,9% di Norwegia, 2,2% di Pakistan, dan 1,9% di Turki. Sedangkan, angka kejadian hiperemesis gravidarum di Indonesia adalah mulai dari 1-3% dari seluruh kehamilan. Perbandingan insidensi secara umumnya yaitu 4 : 1000. Hyperemesis gravidarum ini pada umumnya dialami oleh ibu primigravida sebanyak 60- 80%, dan multigravida sebanyak 40-60%. Diseluruh dunia diperkirakan setiap tahun terjadi 210 juta kehamilan. Dari jumlah ini 20 juta wanita mengalami kesakitan sebagai akibat kehamilan. Sekitar 8 juta mengalami komplikasi yang mengancam jiwa, dan lebih dari 500.000 meninggal, insidensi terjadinya kasus hiperemesis gravidarum sebesar 0,8 sampai 3,2% dari seluruh kehamilan atau sekitar 8 sampai 32 kasus per 4 : 1.000 kehamilan di dunia, hampir 50% terjadi di negara- negara Asia Selatan dan Tenggara, termasuk Indonesia. Berdasarkan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) kejadian hyperemesis gravidarum sekitar 50% sampai 80% ibu hamil mengalami mual dan muntah dan kira-kira 5% dari ibu hamil membutuhkan penanganan untuk penggantian cairan. Provinsi Sumatera Selatan menyatakan ibu hamil pada tahun 2018 berjumlah 181.086 orang dengan kunjungan K1 berjumlah 177.621 orang K4 berjumlah 171.703 orang. Ibu hamil pada tahun 2019 berjumlah 176.027 orang dengan kunjungan K1 berjumlah 172.464 orang dan kunjungan K4 berjumlah 167.640 orang. Ibu hamil pada tahun 2020 berjumlah 174.076 orang dengan kunjungan K1 berjumlah 163.956 orang dan kunjungan K4 berjumlah 158.252 orang. Pada tahun 2015 kejadian Hyperemesis Gravidarum pada ibu hamil primigravida