Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 6 No. 3 Nopember 2022 e. ISSN: 2550-0821 Dosen Indonesia Semesta (DIS)-DPD Jatim 37 SOSIAL HUMANIORA Penguatan Literasi Mangrove di OKL SL bagi Keberlanjutan Ekologis Mangrove di Desa Debunaruk Kabupaten Malaka 1 Willem Amu Blegur, 2 Krisantus J. Tey Seran, 3 Anastasia Kadek Dety Lestari 1 Prodi Biologi, Univ. Timor, Jl. Km 09 Kelurahan Sasi Kefamenanu, TTU, 85614 2,3 Prodi Teknologi Informasi, Univ. Timor, Jl. Km 09 Kelurahan Sasi Kefamenanu, TTU, 85614 E-mail: willemblegur@unimor.ac.id Abstrak Ekosistem mangrove merupakan ekosistem pesisir yang harus dikenal dan dilestarikan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dan lingkungan. Komunitas Taman Baca OKL Street Library (TB OKL SL) merupakan kelompok masyarakat yang beraktivitas di sekitar ekosistem mangrove Beibleka Desa Debunaruk Malaka. Akan tetapi, belum sepenuhnya mengenal jenis mangrove dan luas ekosistem ini. Tim Pengabdi mengusulkan kegiatan penguatan literasi mangrove bagi keberlanjutan ekologis mangrove Desa Debunaruk Malaka. Sasaran kegiatan ini adalah para pengguna aktif di TB OKL SL. Tujuan yang ingin dicapai adalah peningkatan pengetahuan untuk memahami berbagai tipe spesies yang ada di dalam ekosistem mangrove. Caranya melalui observasi langsung dan menggunakan bantuan teknologi informasi yakni aplikasi Google Earth dan internet. Hal ini untuk meningkatkan persepsi positif dan aksi dalam melestarikan ekosistem mangrove yang memiliki fungsi ekologis dan ekonomis bagi masyarakat di Desa Debunaruk Tahuk Kabupaten Malaka. Perhitungan luas menggunakan Google Earth dan pengenalan jenis mangrove dari internet menjadi salah satu cara agar siswa dapat memanfaatkan aplikasi berbasis teknologi. Bentuk kegiatan telah berkoordinasi dengan pengelola TB OKL Street Library untuk menentukan fokus masalah dan alternatif kegiatan oleh tim pengabdi. Luaran pengabdian ini yakni peningkatan pemahaman dan keterampilan untuk mengenal jenis dan manfaat ekosistem mangrove. Selain itu target terampil menghitung luas ekosistem mangrove dengan aplikasi Google Earth. Tim pengabdi juga akan membantu TB OKL SL dengan pemberian buku-buku bacaan untuk menambah jumlah buku bacaan yang bermanfaat bagi siswa. Kata Kunci pembelajaran, mind mapping, literasi, pengabdian, Malaka. Abstract The mangrove ecosystem is categorized into the coastal ecosystem to be recognized and preserved so that it can be functional for the community and the environment. The community of OKL Street Library is a community group that exists in the area of the Beibleka mangrove ecosystem, Debunaruk Village Malaka. Unfortunately, this community group is not yet familiar with both this type of mangrove species and the size of the ecosystem. The community service proposed is entitled a mangrove literacy strengthening at OKL Street Library for mangrove ecological sustainability in Debunaruk Village in the District of Malaka. This activity is targeted at the active users of OKL Street Library. The objective of this activity is to increase the knowledge in understanding various species types of mangroves ecosystem. Direct observation using information technology applications, namely Google Earth and the internet. The point is to enhance positive perception and real action in preserving the mangrove ecosystem that provides ecological and economic benefits to the community of Debunaruk-Tahak, the Dsitrict of Malaka. The area size calculation employs Google Earth and the introduction of mangrove species using the internet, through which learners are introduced to technology-based applications. This activity is conducted hand in hand between the OKL Street Library and the community service staff, both in setting the problem focus and activity alternatives. OKL SL got improvement knowledge and skills about the type and usages of mangroves and the implementation of Google Earth. We helped them by sharing some books too for the students. Key Words learning, mind mapping, literacy, service, Malaka. 1. PENDAHULUAN Mangrove atau bakau merupakan ekosistem pesisir yang unik dan tumbuh sebagai hasil respon terhadap kondisi lingkungan. Kehadiran dan kelimpahan mangrove dipengaruhi oleh lumpur, salinitas dan pasang surut air [1]. Respon tersebut dimanifestasikan dengan terbentuknya zona-zona atau komunitas mangrove yang khusus sehingga memiliki pola-pola unik [2,3]. Ekosistem bakau atau dikenal dengan ekosistem mangrove merupakan komunitas atau vegetasi dalam jenis dan jumlah yang banyak dan juga telah beradaptasi dengan salinitas, pasang surut air laut dan kondisi lumpur yang ada [5,6,7]. Ekosistem tersebut tersusun dalam zona atau dikenal dengan zonasi yang meliputi zonasi depan, zonasi tengah dan zonasi belakang. Setiap spesies yang ada di dalam zonasi tersebut memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan khusus dengan kondisi