Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa 7(1) (2019) 1-6 SUTASOMA Jurnal Sastra Jawa https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/sutasoma Citra Perempuan dan Bias Gender dalam Novel Juminem Dodolan Tempe Karya Tulus Setiyadi Siti Nur Aisyah* 1 , Widodo 2 1,2 Program Studi Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang Info Artikel Abstrak Article History: Diajukan January 9, 2019 Diterima June, 30 2019 Terbit June, 30 2019 Novel Juminem Dodolan Tempe karya Tulus Setiyadi memiliki keunikan tentang perempuan berperan ganda yang menyeimbangkan peran domestik dan publik serta bagaimana ia menghadapi bias gender. Hal ini nampak pada perjuangan Juminem dalam menyeimbangkan peran domestik publik dan sikapnya menghadapi bias gen- der. Tujuan penelitian ialah menemukan, menganalisis, dan mendeskripsikan citra per- empuan idaman dan sikapnya dalam menghadapi persoalan dalam kontruksi sosial bias gender. Penelitian menggunakan pendekatan objektif dengan teori citra peremp- uan dan bias gender. Data penelitian ini adalah bagian novel yang mengandung citra dan bias gender, sedangkan sumber data penelitian adalah novel Juminem Dodolan Tempe. Pengumpulan data dilakukan secara pembacaan semiotik, heuristik. Analisis data dilakukan secara pembacaan hermeneutik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat citra fisik, citra psikis, dan citra sosial terhadap tokoh perempuan; 2) si- kap tokoh menghadapi bias gender dalam novel yang meliputi marginalisasi, stereotip, subordinasi, kekerasan, dan beban kerja. Beberapa citra Juminem ialah cantik, ulet, sabar, tegas, dan ngemong. Beberapa citra Mbok Joyo Pangat ialah perempuan yang mengunggulkan materi, sombong, dan kerja keras. Beberapa citra Minah ialah modern dan suka bepergian. Juminem mampu membela diri ketika ia dituduh jualan “tempe” oleh suaminya sendiri. Minah mampu mematahkan stereotip bahwa perempuan yang suka bepergian adalah perempuan buruk. Mbok Joyo Pangat memiliki kemampuan seimbang antara bekerja dan merawat anaknya meskipun ia janda. Kata kunci: bias gender; citra perempuan; perempuan jawa Abstract Juminem Dodolan Tempe is an novel by Tulus Setiyadi has a uniqueness about women having a dual role that balances domestic and public roles and how he faces gender bias. This is evident in Juminem’s struggle to balance public domestic roles and her attitude towards gender bias. The research objective is to find, analyze, and describe the image of the ideal woman and her attitude in dealing with problems in the construction of social gender bias. The study uses an objective approach with women’s image theory and gender bias. The data of this study are novel parts that contain gender images and biases, while the research data sources are Juminem Dodolan Tempe novel. Data collection is done by semiotic reading, heuristics. Data analysis was carried out by hermeneutic reading. The results of the study show that 1) there are physical images, psy- chological images, and social images of female figures; 2) character attitudes face gender bias in novels which include marginalization, stereotyping, subordination, violence, and workload. Some of Juminem’s images are beautiful, resilient, patient, firm, and snacking. Some of the images of Mbok Joyo Pangat are women who favor material, arrogant, and hard work. Some of the images of Minah are modern and like to travel. Juminem was able to defend herself when she was accused of selling “tempe” by her own husband. Minah is able to break the stereotype that women who like to travel are bad women. Mbok Joyo Pangat has a balanced ability between working and caring for her child even though she is a widow. Published by UNNES. This is an open access p-ISSN 2252-6463 e-ISSN 2686-5408 * E-mail: naisyazure@gmail.com Alamat: Gedung B-8 Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang 50229 DOI 10.15294/sutasoma.v7i1.31478