JSiI | Jurnal Sistem Informasi Vol.10 No.1 Maret 2023, Hal. 68-74 DOI: 10.30656/jsii.v10i1.5935 p-ISSN: 2406-7768 e-ISSN: 2581-2181 Page | 68 Received: January 2 nd , 2023 | Published: March 22 nd , 2023 EVALUASI USABILITY APLIKASI VIDEO CONFERENCE SEBAGAI MEDIA KNOWLEDGE SHARING (STUDI KASUS: APLIKASI ZOOM DAN GOOGLE MEET) Fahmi Hudaya 1 , Evy Nurmiati 2 1,2 Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jln. Ir. H. Djuanda No. 95 Ciputat Kota Tangerang Selatan 1 fahmi.hudaya19@mhs.uinjkt.ac.id 2 evy.nurmiati@uinjkt.ac.id Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pengguna aplikasi Video Conference Zoom dan Google Meet sebagai sarana berbagi pengetahuan (knowledge sharing) oleh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Metode System Usability Scale (SUS) digunakan sebagai alat pengukuran kepuasan pengguna pada suatu produk. Sebuah metode penelitian yang memiliki 10 instrumen pernyataan dengan melakukan penyebaran kuesioner dalam bentuk google form terhadap responden. Sebanyak 70 responden berhasil terkumpul dari berbagai macam fakultas yang kemudian diolah dan diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan software IBM SPSS Statistics 26. Selanjutnya dilakukan perhitungan dan penilaian skor SUS menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usability aplikasi Video Conference di atas rata-rata, dengan rincian penilaian berdasarkan aspek acceptability ratings berada pada tingkatan “acceptable”, aspek grade scale berada pada skala “C”, dan aspek adjective ratings berada pada kategori “good”. Berdasarkan penilaian tersebut kedua aplikasi Video Conference dapat diterima dan digunakan dengan baik sebagai sarana berbagi pengetahuan dalam berbagai kegiatan virtual oleh mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kata kunci: Knowledge Sharing, Kepuasan Pengguna, Aplikasi Video Conference, SUS I. PENDAHULUAN Teknologi telah memberi banyak perubahan terhadap budaya hidup manusia. Tidak dapat dipungkiri bahwa dari generasi ke generasi teknologi terus berinovasi dan berkembang. Terlebih di masa pandemi Covid-19 tiga tahun terakhir ini memunculkan berbagai inovasi teknologi pada berbagai bidang, contohnya pada bidang pendidikan [1], perbankan [2], UMKM [3], hingga pelayanan publik pada pemerintahan [4], [5]. Meskipun saat ini sudah masa endemi inovasi teknologi yang sudah digelutinya tetap dimanfaatkan oleh stakholder guna menunjang kebutuhannya dengan efektif dan efisien. Salah satu faktor yang terdampak dengan Covid-19 ini ialah aktivitas mahasiswa di lingkungan kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Berbagai jenis aktivitas harus dilakukan secara daring (dalam jaringan) mulai dari pembelajaran di kelas, rapat himpunan dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa), kegiatan seminar, kerja kelompok, bimbingan skripsi, hingga kegiatan wisuda pun dilakukan secara virtual. Semua aktivitas tersebut merupakan kegiatan knowledge sharing yang merupakan aktivitas dalam bertukar pengetahuan berupa informasi, skill, dan keahlian dengan orang lain, teman, dan komunitas pada sebuah organisasi [6]. Penerapan knowledge sharing ini memberi keuntungan guna meningkatkan kemampuan dengan memanfaatkan kesempatan dengan cepat dan tanggap, sehingga akan menciptakan inovasi baru yang lebih efektif dan efisien. Menurut [7] knowledge sharing dapat diartikan sebagai teknik yang memungkinkan anggota organisasi untuk memperoleh maupun berbagi pengetahuan tacit dan eksplisit dari satu sama lain. Hal ini dilakukan dengan mendukung pertukaran (yaitu berbagi pengetahuan eksplisit) dan sosialisasi (yang mempromosikan berbagi pengetahuan tacit). [8] mengemukakan bahwa Julpisit membagi knowledge sharing berdasarkan empat dimensi, yang terdiri dari: 1) Socialization merupakan proses knowledge sharing melalui penciptaan model keterampilan antara satu orang dengan orang lain dalam suatu organisasi.