Buletin Plasma Nutfah Vol.17 No.2 Th.2011 104 Pembentukan Core Collection untuk Sumber Daya Genetik Padi Toleran Kekeringan Tiur S. Silitonga* dan Andari Risliawati Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Jl. Tentara Pelajar No. 3A, Bogor 16111 Telp. (0251) 8337975; Faks. (0251) 8338820; *E-mail: nymorang@gmail.com Diajukan: 23 Juni 2011; Diterima: 18 November 2011 ABSTRACT The Development of Core Collection for Rice Genetic Resources Tolerant to Drought. The experiment was conducted in dry season, July-September 2009 at the research farm in Jakenan, Central Java and planted in randomized block design (RBD) arrangement by using 150 accessions with the plot size of 5 m x 1 m, with plant spacing 25 cm x 20 cm and three replications. Another experiment used as control and grown as upland rice without drought stresses by watering twice in a week was planted in RBD arrangement with two replications, plot size 5 m x 1 m and spacing 25 cm x 20 cm. The results showed that 26 varieties were selected for sub core collection for drought tolerance. Jatiluhur and B.9645-E-Mr-89 had the highest yield potential respectively 3,88 dan 3,77 t/h. All of the varieties with tolerant to drought were selected for core collection. This would be very important as they could be directly grown by farmers as tolerant varieties or used as sources of gene in the breeding program to improve varieties for drought tolerant with high yielding potential. Keywords: Core collection, genetic resources, tolerant to drought. ABSTRAK Pembentukan core collection untuk sumber daya genetik padi toleran kekeringan. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau, Juli-September 2009 di Kebun Penelitian Balai Pene- litian Lingkungan Pertanian Jakenan, Jawa Tengah, dengan rancangan acak kelompok, tiga ulangan, menggunakan 150 aksesi yang ditanam pada petak berukuran 5 m x 1 m. Tanaman disiram setiap tiga hari sekali sampai tumbuh baik dan setelah berumur 25 hari tanaman mulai dikeringkan. Sebagai petak pembanding adalah tanaman padi gogo biasa yang disiram setiap dua seminggu sekali sampai panen. Pertanaman pembanding ditanam dengan jarak 25 cm x 20 cm. Dari penelitian ini terpilih 26 varietas toleran kekeringan dengan skor 1-5. Di antara aksesi ini terdapat varietas yang berumur genjah dan sedang (115-135 hari), sehingga waktu panennya agak berbeda. Varietas Jatiluhur dan galur B.9645- E-Mr-89 mempunyai potensi hasil paling tinggi, masing- masing 3,88 dan 3,77 t/ha dan toleran terhadap kekeringan. Aksesi yang toleran terhadap kekeringan terutama yang mem- punyai potensi hasil tinggi, dapat langsung digunakan oleh petani atau sebagai sumber gen dalam perakitan varietas unggul toleran kekeringan dan berpotensi hasil tinggi. Kata kunci: Core collection, sumber daya genetik, toleran kekeringan. PENDAHULUAN Koleksi sumber daya genetik padi di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB-Biogen) berjumlah lebih dari 4.000 aksesi, terdiri atas varietas lokal, varietas unggul, galur-galur elit, dan introduksi. Koleksi ini berupa padi sawah, gogo, rawa, dan pasang surut yang telah dikumpulkan dari seluruh provinsi di Indonesia. Pengelolaan koleksi yang meliputi kegiatan konservasi, rejuvenasi, karakterisasi, dan evaluasi terhadap cekaman biotik, abiotik, serta mutu, dokumentasi, dan distribusi me- merlukan biaya, tenaga, dan waktu yang tidak se- dikit. Namun kegiatan karakterisasi dan evaluasi belum diidentifikasi secara detail dan dikelompok- kan. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya genetik terutama padi, perlu dibentuk core collection. De- ngan melakukan pengelompokan plasma nutfah ter- hadap sifat-sifat tertentu akan mempermudah pe- manfaatannya. Untuk itu diperlukan penelitian yang bertujuan mendapatkan informasi karakter kuantita- tif sumber daya genetik padi yang memiliki sifat- sifat toleran terhadap kekeringan dan potensi hasil tinggi. Varietas yang memiliki karakter tersebut merupakan koleksi inti (core collection). Jumlah varietas dalam core ini kira-kira 10% dari total aksesi. Untuk itu diharapkan terdapat 30-40 varietas