Analisis Kondisi… (JPK Vol. 5, No. 2, 2021) ISSN:1412-5005 111 Analisis Kondisi Iklim dan Pemanfaatannya untuk Penetapan Musim Tanam di Daerah Batabual Kabupaten Buru Analysis of Climatic Conditions and Their Utilization for Determining the Planting Season in the Batabual Area, Buru Regency Jamadin Biloro 1 , Semuel Laimeheriwa 1 , Jacob Richard Patty 1* 1 Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Puttuhena, Kampus Poka Ambon, 97233 * Penulis korespondensi: jacobrichardpatty@gmail.com ABSTRACT The determination of the growing season is closely related with the climate change that occurs in a region The study aims to determine the trend of changing the growing season in the Batabual Area, changes in the growing season that occur due to changes in rainfall, and alternative planting patterns in Batabual region based on changes in the growing season that occur. Data analysis consisted of (1) determining the climatic conditions of the region using the Algebraic average method from monthly rainfall data from the Buru meteorological climate station for the last 30 years 1991-2020 and (2) determining the planting season using the FAO method (1978). The results showed that based on average rainfall data, the growing season lasted for 10 months and 19 days (November to September 19 of the following year). However, if you use rainfall with a 75% chance of being exceeded, the growing season period only lasts for 8 months and 21 days (December July 21 of the following year). Keywords: climate analysis, growing season, Batabual PENDAHULUAN Indonesia memiliki wilayah yang luas dan beragam dengan setiap daerah memiliki keadaan yang khas termasuk keadaan iklim. Hal ini menyebabkan interaksi antara tanaman dengan dengan kondisi iklim/cuaca berbeda antara suatu tempat dengan tempat lainnya. Menurut (Bey & Las, 1991) menyatakan bahwa dalam sektor pertanian, pendekatan iklim/cuaca (agroklimat) diantaranya bertujuan untuk perencanaan dan pengembangan wilayah, komoditi dan paket teknologi: identifikasi, interpretasi data iklim, dilanjutkan dengan klasifikasi dan pewilayahan agroklimat. Daerah Batabual yang terletak di Pulau Buru bagian timur dan hingga saat ini belum memiliki stasiun iklim. Sehingga untuk menggambarkan kondisi iklim daerah ini dapat dilakukan melalui pembangkitan data iklim (khususnya curah hujan) menggunakan data historis (nilai rataan atau peta curah hujan (Loran, 1991) Menurut data ([BPS] BADAN PUSAT STATISTIK, 2021), wilayah Kecamatan Batabual merupakan salah satu sentra produksi beberapa komoditi pertanian meliputi, (1) tanaman per- kebunan: cengkeh, pala, kakao, dan kopi, (2) tanaman pangan: ubi kayu dan jagung, (3) hortikultura buahan: pisang dan pepaya, dan (4) biofarmaka: jahe, lengkuas dan kunyit. Namun kenyataan- nya, potensi pertanian tersebut belum bisa memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian masyarakat petani di daerah tersebut. Selanjutnya dari data ([BPS] BADAN PUSAT STATISTIK, 2021), menunjukkan bahwa 15,4%