Alfiana, F et al. (2022). Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7 (2b): 605 610 DOI: https://doi.org/10.29303/jipp.v7i2b.579 605 Pembelajaran Biologi Cacing Nyale Melalui Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Fenysia Alfiana 1* , Imam Bachtiar 1 , Baiq Sri Handayani 1 1 Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Mataram, Indonesia *Corresponding Author: fenysiaalfiana@gmail.com Article History Received : April 08 th , 2022 Revised : April 25 th , 2022 Accepted : May 17 th , 2022 Abstrak: Kemampuan berpikir kritis menjadi tuntutan pembelajaran Abad 21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik terhadap kemampuan berpikir kritis tentang materi biologi cacing nyale pada siswa kelas X di sebuah SMA Negeri di Kota Mataram. Sampel dipilih dengan teknik cluster random sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi eksperimen jenis nonequivalent control group design. Kelas eksperimen diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik model pembelajaran berbasis masalah (PBM), sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional (ceramah-diskusi). Kemampuan berpikir kritis siswa diukur dengan nilai N-gain yang di uji dengan anova dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan saintifik model PBM tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa Dilihat dari perbedaan jenis kelamin, pendekatan saintifik model PBM ternyata berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa perempuan tetapi tidak berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis siswa laki-laki. Perbedaan perubahan kemampuan berpikir kritis antara siswa perempuan dan laki-laki diduga terjadi karena gaya belajar dan tingkat kecerdasan yang berbeda. Kata kunci: Berpikir Kritis, Cacing Nyale, Pendekatan Saintifik. PENDAHULUAN Biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup dengan konsep, hukum dan prinsip yang dapat dibangun melalui studi ilmiah atau tindakan ilmiah dalam memecahkan masalah (Rustaman, 2013). Pembelajaran Abad 21 menuntut siswa untuk memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah dengan sikap ilmiah (Park et al., 2006). Namun, pada kenyataannya proses pembelajaran hanya berlangsung secara satu arah. Pembelajaran tersebut tidak mampu mengasah keterampilan siswa dalam berpikir, serta menyebabkan pola pikir yang cenderung monoton. Pembelajaran kurikulum 2013 mengubah pola pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru tergantikan dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pembelajaran Kurikulum 2013, mendorong siswa untuk belajar menggunakan pendekatan saintifik yang diharapkan akan menumbuhkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, bekerja secara ilmiah yang merupakan aspek penting dalam meningkatkan kecakapan hidup (Hadianto et al., 2018). Pendekatan saintifik merupakan pendekatan pembelajaran secara ilmiah dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini mengarahkan siswa secara berkelompok maupun secara mandiri untuk menggali suatu konsep dan prinsip, sedangkan guru bertugas untuk mengarahkan jalannya proses pembelajaran dan memeriksa serta meluruskan hasil pekerjaan siswa. Pendekatan ini sangat cocok dalam pembelajaran biologi, karena mencakup hakikat pembelajaran biologi yang menuntut siswa berperan aktif dalam proses pembelajaran, bekerja secara mandiri untuk merumuskan permasalahan, menghadapi permasalahan dan menyelesaikan permasalahan di lingkungan sekitarnya. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir secara kritis (Marjan et al., 2014). Berpikir kritis adalah kemampuan yang harus dimiliki siswa untuk dapat menghadapi tuntutan Abad 21 (Jamaluddin et al., 2019; Ramdani et al., 2020). Berpikir kritis merupakan sebuah proses dalam pengambilan keputusan dengan berlandaskan pilihan rasional untuk membuat keputusan yang tepat. Kemampuan berpikir kritis ini memerlukan keterampilan dalam menganalisis, menyimpulkan dan ISSN (Print): 2502-7069; ISSN (Online): 2620-8326