Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia (JPTI) DOI: https://doi.org/10.52436/1.jpti.59 Vol. 1, No. 7, Juli 2021, Hal. 275-279 p-ISSN: 2775-4227 e-ISSN: 2775-4219 275 Persepsi Orang Tua Terhadap Sistem Pembelajaran Online Siswa SD Di Masa Pandemi COVID-19 (Analisis Validitas Dan Reliabilitas Instrumen) Rochyani Lestiyanawati 1 ,Nugroho Prasetya Adi *2 , 1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Sains Al-Qur’an, Indonesia 2 Pendidikan Fisika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Sains Al-Qur’an, Indonesia Email: 1 yannealsyannie@gmail.com, 2 nugrohoprasetyaadi@gmail.com Abstrak Penyebaran virus covid-19 di Indonesia memberikan dampak yang signifikan, salah satunya adalah pada bidang pendidikan. Dimana gelombang pembelajaran daring/ online sangat masif penyebaran nya. Perubahan proses pembelajaran dari tatap muka langsung menjadi daring/ online merupakan salah satu cara yang dilakukan Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memutus penyebaran virus covid-19. Namun, belum siapnya sumber daya manusia untuk melaksanakan pembelajaran daring/ online di era pandemi memunculkan problematika baru. Salah satunya adalah faktor orang tua siswa, dimana kebanyakan orang tua siswa belum siap dan belum mampu sepenuhnya menggantikan peran guru pada proses pembelajaran online. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode survei yang dilakukan secara online. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrument persepsi orang tua siswa, serta untuk mengetahui persepsi orang tua terhadap pembelajaran daring/ online di era pandemi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan angket yang telah divalidasi, baik validasi isi, keterbacaan, maupun validasi empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen angket persepsi orang tua bernilai valid dan reliabel berdasarkan validasi isi oleh ahli, serta bernilai valid dan reliabel berdasarkan validasi empiris dengan bantuan program Quest. Kata kunci: Persepsi Orang Tua, Pembelajaran Online, Pandemi Covid-19 Parents Perception of the Online Learning System on Elementary School Students During the COVID-19 Pandemic Abstract The spread of the Covid-19 virus in Indonesia has had a significant impact, one of which is in the field of education. Where the wave of online learning is very massive in its spread. The change in the learning process from face-to-face to online system is one of the ways the Government through the Ministry of Education and Culture to stop the spread of the covid-19 virus. However, the unpreparedness of human resources to carry out online learning in the pandemic era raises new problems. One of them is the parent factor, where most parents are not ready and haven’t been able to fully replace the teacher’s role in the online learning process. This research is a qualitative research with a survey method conducted online. The aim of this study was to determine the validity and reliability of the instrument and to determine the parents perception of online learning in the pandemic era. The data collectiob technique in this study was using a validated questionnaire, both content validation, legibility, and empirical validity. The result showed that the parents perception questionnaire instrument was valid and reliabel based on content validation by experts, and valid and reliabel based on empirical validation with the help or the Quest program. Keywords: Parents Perception, Online Learning, Covid-19 Pandemic 1. PENDAHULUAN Masuknya virus covid-19 ke Indonesia pada bulan maret 2020 memberikan dampak yang signifikan terhadap beberapa sektor kehidupan. Sektor-sektor yang terkena dampak dari penyebaran virus covid-19 adalah ekonomi, pangan, pariwisata, transportasi, kesehatan, sosial, serta pendidikan [1]. Pendidikan merupakan salah satu sektor yang terkena dampak dari penyebaran virus korona di Indonesia. Dampak positif yang diterima pada bidang pendidikan antara lain adalah meningkatkan kompetensi pendidik, kolaborasi orang tua dan pendidik yang semakin erat, serta penerapan gaya belajar abad 21 [2]. Selain dampak positif, adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari penyebaran virus korona pada bidang pendidikan, yaitu sarana prasarana yang belum sepenuhnya terpenuhi serta SDM yang belum siap dalam menjalankan pembelajaran secara daring/online [3].